Hujan Beberapa Jam, Warga Kedatangan Longsor Dan Banjir

Daerah  SABTU, 22 JUNI 2019 , 07:10:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Hujan Beberapa Jam, Warga Kedatangan Longsor Dan Banjir

Alat Berat Bersihkan Material Longsor

RMOLBengkulu. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lebong sejak Jum'at (21/6) sore pukul 15.15 WIB hingga malam hari mengakibatkan aliran Air Uram meluap. Puncaknya sejak tadi malam mengakibatkan ratusan rumah warga di Kecamatam Uram Jaya digenangi air.

Informasi yang berhasil dihimpun, banjir mulai memasuki rumah warga di sejumlah Desa di Kecamatan Uram Jaya, sekitar pukul 18.40 WIB. Terutama Desa Tangua dan Lemeu.

Kades Tangua Kecamatan Uram Jaya, Burhan Dahri mengungkapkan, banjir yang terjadi merupakan kiriman limpahan aliran pertemuan Air Uram dan Sungai Ketahun yang menjalar ke rumah warga.

"Itu karena hujannya dari sore sampai malam tidak berhenti. Makanya, air tiba - tiba air sudah masuk ke jalan dan rumah," jelasnya, kemarin (21/6) malam melalui pesan singkat.

Pantauan di lapangan, kondisi air yang menggenangi rumah warga bervariasi. Ada yang ketinggian air 50 cm sampai 1 meter. Tidak hanya rumah warga yang dilanda banjir. Fasilitas umum seperti sekolah tidak luput terpapar banjir.

Di lokasi, sedikit warga yang memilih mengungsi. Sedangkan, kebanyakan memilih bertahan di dalam rumah sembari menaruh barang ke tempat yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, di Kecamatan Lebong Sakti tepatnya di Desa Lemeu Pit dan Desa Suka Bumi turut juga digenangi air akibat luapan air drainase yang meluap ke badan jalan.

Longsor Di Desa Air Kopras, Warga Pinang Belapis Nyaris Terisolasi

Selain banjir, Lebong turut juga dilanda longsor. Informasi yang diperoleh longsor tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis.

Material tanah tebing setinggi 3 meter dengan lebar 5 meter dan panjang 10 meter menimbun badan Jalan. Sejumlah kendaraan dari wilayah Kecamatan Pinang Belapis  terpaksa tertahan di jalan beberapa jam akibat longsor yang menerpa daerah tersebut.

Para pengguna jalan, khususnya pengendara roda empat tidak bisa melanjutkan perjalanan karena terhalang meterial tanah longsor. Sementara pengendara roda dua dapat melintasi sisi kiri melalui jalan alternatif.

"Sambil menunggu alat berat tiba. Warga sudah mencoba membersihkan dengan cara ala kadarnya pak. Karena jalan tidak bisa dilewati pengendara," kata Pjs Kades Air Kopras, Iyan Nurmansyah.

Jalan Rusak Bertambah


Dampak lain yang ditimbulkan pasca hujan yang mengguyur kemarin sore, yaitu ruas jalan utama yang menghubungkan Kelurahan Kampung Jawa menuju Kelurahan Pasar Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara retak dan terancam ambrol.

Seperti yang diungkapkan Achtiar warga Kampung Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara, ia melintasi kawasan itu melihat jalan retak dengan panjang 4,6 meter dan lebar 1-2 Cm.

Kondisi tersebut timbul karena tanah di tepi jalan terkikis oleh arus aliran sungai Air Kotok pasca guyuran hujan terus menerus sejak sore hingga malam hari.

"Dikhawatirkan jalan tergerus air sungai kotok dengan intensitas hujan saat-saat ini dan dapat membahayakan pengguna jalan. Mohon untuk pihak-pihak terkait memberikan rambu-rambu," sambungnya.

Plt Kadis Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-P) Lebong, Agus Ferdinan melalui Kabid Bina Marga, Dodi Irawan didampingi Kasi Reservasi Jalan dan Jembatan, Haris Santoso memastikan pihaknya telah menurunkan satu unit alat berat jenis beco.

Dia menyatakan, pihaknya dibantu BPBD, aparat kepolisian-TNI, dan warga berupaya membersihkan material longsor sehingga jalan tersebut bisa dapat segera dilalui.

"Alat kita sudah bergerak ke lokasi. Sekarang masih tahap pembersihan," sampainya.

Terkait kerusakan jalan Provinsi di wilayah Lebong Utara, ia mengaku akan melaporkan dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu.  "Posisi sekarang masih hujan dan gelap. Besoklah kita cek lagi," imbuhnya.

Lebong Butuh Penambahan Alat Berat

Disisi lain, ia mengaku sejauh ini Lebong hanya mengantongi satu unit alat berat (alber). Itupun, hanya alat berat jenis beco.

Apalagi, minimnya ketersediaan alber memberi dampak pada penanganan bencana yang bersifat darurat. Padahal secara geografis, wilayah Lebong sangat berpotensi terjadi bencana pohon tumbang dan tanah longsor mengingat banyaknya perbukitan dan tebing.

"Kedepannya kita harap ada pertimbangan.  Semestinya kita memiliki minimal tiga unit alat berat. Karena titik longsor sering terjadi dimana-mana," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, saat dikonfirmasi mengungkapkan, ia telah menurunkan personilnya ke lokasi.

Tak hanya itu, saat ini pihaknya turut juga pantau dimana saja titik lokasi yang terkena imbas banjir, termasuk mendata kerugian materil dalam kejadian tersebut.

"Petugas kita sudah turun. Kita juga masih tunggu apabila ada laporan kerugian dari camat maupun desa," tandasnya.

Pantauan RMOLBengkulu di lapangan sekitar pukul 20.47 WIB material berhasil longsor berhasil dibersihkan berkat alat berat dibantu petugas BPBD, kepolisian-TNI, dan warga setempat. [tmc]

iPhone XS hanya diskon hari ini! Beli sekarang
Beli iPhone XS online hari ini, promo hingga 50%
iPhone XS - harga kejutan online langsung turun 50% hari ini
Ponsel HOT hari ini didiskon hingga 50%
Ponsel populer total hanya IDR 2.150.000. Prosesor yang powerful, memori 64 GB.
Sale sisa gudang! iPhone XS dengan harga sangat terjangkau
Di usia 28 wanita cantik ini memiliki rumah mewah sendiri dengan metode …
Investasi yang tepat dengan keuntungan 5 kali lipat setiap harinya


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 07:37:00