Data Keluarga Miskin Divalidasi

Daerah  RABU, 12 JUNI 2019 , 16:33:00 WIB | LAPORAN: SANDRI

Data Keluarga Miskin Divalidasi

Tim Dinsos Saat Rapat Validasi/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melakukan verifikasi dan memperbarui Basis Data Terpadu (BDT) rumah tangga miskin. Ini dilakukan agar Bantuan Sosial (Bansos) tepat sasaran.

"Saat ini kita sedang menginput data ke sistem, ditargetkan besok atau lusa penginputan sudah selesai," kata Kepala Dinas Sosial BS, Heriyadi saat memantau proses penginputan di Aula Bappeda, Rabu (12/6).

Dijelaskan Heriyadi, verifikasi data rumah tangga miskin dilakukan untuk mendapatkan data yang valid dan update. Verifikasi ini dilakukan dengan melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan fasilitator.

"Berdasarkan BDT ada 13.609 Rumah Tangga Miskin di BS dan Inilah yang kita verifikasi lagi. Dengan menyebar formulir kemudian diinput ke sistem. Semua data perlu diverifikasi. Mungkin ada yang sudah meninggal, pindah atau ekonominya sudah meningkat sehingga tidak layak lagi menerima bansos," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebanyak 13.609 penerima sudah masuk BDT. Oleh sebab itu ia memastikan apabila ada rumah tangga miskin yang belum terdata di BDT, maka data itu turut juga akan verifikasi ulang.

"Pengusulan dan verifikasi data semuanya dilakukan melalu Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial. Kita hanya menginput data dan mengirimkan data ke pusat, nanti hasilnya apakah ada yang dicoret, penambahan baru itu sepenuhnya ada di pusat," bebernya

Dia juga mengakui, bahwa saat ini rumah tangga miskin yang terdaftar dalam BDT ada beberapa yang sudah tidak layak lagi. Karena secara ekonomi dan taraf kehidupannya sudah berubah.

"Ada yang sudah punya motor, mesin cuci, rumah bagus, perabotan lengkap, tapi masih menerima bantuan. Ada yang sudah mengundurkan diri dari penerima bantuan, namun masih ada yang tetap bertahan. Di sini perlunya dilakukan verifikasi. Sehingga nantinya penerima Rastra, KIP, KIS, PKH dan lainnya tepat sasaran," imbuhnya.

Disisi lain, berdasarkan data hasil pengisian formulir yang disebar. Rata-rata rumah tangga miskin yang masuk dalam Basis Data Terpadu memiliki rumah yang sudah ada fasilitas listrik. Dikhawatirkan, jika seandainya setiap rumah tangga yang sudah memiliki listrik tidak bisa dikategorikan rumah tangga miskin, maka akan banyak yang akan dicoret oleh pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan saja tidak begitu. Karena rata-rata sudah pakai listrik. Malahan di form dan penginputan data diminta nomor seri pelanggan listriknya," demikian Heriyadi. [tmc]



                   


Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00