Ditemukan Kakek Tewas Membusuk Tertimpa Motor Tiga Hari

Nusantara  RABU, 12 JUNI 2019 , 14:15:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Ditemukan Kakek Tewas Membusuk Tertimpa Motor Tiga Hari
RMOLBengkulu. Jenazah seorang kakek, Kasimin (60) ditemukan telah membusuk tertindih sepeda motornya yang membawa dua karung kopi (60 kg) di Kawasan Register 32, Kabupaten Tanggamus.

Lokasi jatuhnya, sebenarnya, jalan lintas warga. Namun karena masih suasana lebaran, warga tak ada yang melintas dan menolong sang kakek dari himpitan sepeda motornya di Pekon Sidomulyo Kecamatan Air Naningan.

Ani Marhani, anak korban, mengatakan kepada polisi bahwa ayahnya berpamitan untuk mengambil buah kopi yang telah diunduhnya, Sabtu (8/6) pukul 09.00 WIB.

Atas informasi tersebut, tindakan kepolisian yang telah dilakukan selain mendatangi TKP bersama pihak medis dan mengevakuasi korban juga memeriksa saksi-saksi serta mengamankan barang bukti.

"Setelah menerima informasi, kami bersama medis langsung berangkat ke TKP dan berdasarkan keterangan saksi bahwa mayat tersebut ditemukan pada siang tadi pukul 13.30 Wib," ungkap AKP Budi Harto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Selasa (11/6/19) malam.

Lanjutnya, saksi juga menerangkan bahwa ia mengenali korban sebab merupakan tetangganya yang beralamat di Pekon Karang Sari Kecamatan Pagelaran.

"Berdasarkan keterangan saksi yang mengenali korban, jenazah langsung dapat dikenali, selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Air Naningan," ujarnya.

Menurut Kapolsek, berdasarkan pemeriksaan TKP, korban dipastikan terpeleset saat mengendarai sepeda motor Yamaha RX King BE 3609 UT bermuatan 2 karung kopi basah dengan kondisi kepala berada dibawah dan terbentur bodi motor.

Dimana kondisi jalan menanjak, korban dari bagian atas menurun, jalan tanah agak licin, disaat terpeleset korban terbentur bodi motor tidak menggunakan helm pengaman.

"Hal itu dikuatkan keterangan medis, kepala korban juga mengalami memar," kata AKP Budi Harto.

Ditambahkan Kapolsek, atas meninggalnya korban, keluarganya telah menerima sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi selanjutnya jenazah diserahkan.

"Atas permintaan keluarga, korban langsung dibawa pulang ke rumah untuk proses pemakaman," pungkasnya. dikutip RMOLLampung. [ogi]






Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 07:37:00