Huda Belum Rekom Ali Syaftaini Duduk Di Kursi Ketua DPRD

Daerah  JUM'AT, 24 MEI 2019 , 10:48:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Huda Belum Rekom Ali Syaftaini Duduk Di Kursi Ketua DPRD

Choirul Huda/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Partai Golkar diperkirakan meraih kursi pimpinan DPRD Mukomuko berdasarkan rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dengan meraih suara terbanyak.

Meski Ali Syaftaini menjadi Caleg peraih suara terbanyak, namun partai berlambang beringin ini belum menentukan figur yang akan menduduki kursi Ketua DPRD Mukomuko periode 2019-2024.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua DPD Golkar Mukomuko Choirul Huda. Orang nomor satu di Mukomuko ini mengatakan, bahwa pihaknya belum menentukan sikap siapa yang bakal duduk di DPRD Mukomuko.

Menurutnya, partai Golkar masih membutuhkan waktu untuk menentukan siapa yang nantinya akan dipilih untuk duduk di kursi Ketua.

"Sampai saat ini di internal partai belum menetapkan siapa yang akan dipilih sebagai ketua dewan. Karena kita juga harus berkoordinasi dengan pimpinan partai ditingkat provinsi," kata Huda, Jum'at (24/5) siang.

Disisi lain, pasca ada penetapan, baru partai akan melakukan penentuan berdasarkan kriteria dari organisasi partai atau ada mekanisme internal partai yang harus dilalui.

Sekalipun saat ini sudah diketahui calon terpilih yang memperoleh suara terbanyak, namun hal tersebut tidak menjadi jaminan untuk duduk sebagai ketua dewan.

"Yang akan duduk sebagai ketua dewan tentunya seseorang yang memang mengutamakan kepentingan rakyat, dan Partai. Orang yang benar-benar mau bekerja untuk kepentingan masyarakat, dan harus ada prosedur dan aturan main yang dilakukan," demikian Huda.

Adapun Caleg terpilih dari partai Golkar, yakni satu kursi dari dapil I (Ali Saftaini), satu kursi dari dapil II (Suntoko), dan satu kursi dari dapil III (M Yusak). [tmc]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09