Penderita Tumor Di Dada Butuh Uluran Tangan Untuk Biaya Operasi

Daerah  JUM'AT, 24 MEI 2019 , 06:10:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Penderita Tumor Di Dada Butuh Uluran Tangan Untuk Biaya Operasi

Rahmat Terbaring Di Kediamannya/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kondisi Rahmat warga Desa Sukau Kayo Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong, penderita tumor memprihatinkan.

Bapak yang bekerja sebagai petani karet ini hanya bisa duduk dan berbaring lantaran benjolan di bagian dada kanannya semakin membesar.

Pria umur 42 tahun itu saat ini juga sudah menjadi kepala keluarga. Ia menikah dengan Nurtama (38) yang juga sebagai petani karet.

Ia dikaruniai seorang anak hasil dari pernikahannya. Anak yang berumur 18 tahun tersebut diberi nama Rini. Kelak, Ia berharap bisa kembali menafkahi sang istri dan buah hati.

Bagaimana tidak, Ia saat ini sedang berjuang bertahan hidup di kediamannya. Persisnya tiga bulan lalu, sang istri sempat membawa Rahmat menjalani perawatan intensif, namun belum kunjung sembuh.

Kini pasangan suami istri ini pun kehilangan pekerjaannya. Rutinitas berkebun karet harus terhenti usai Rahmat dilanda penyakit mematikan tersebut.

Bahkan, keduanya sedang kalut memikirkan pendanaan untuk biaya operasi. Belum lagi biaya sang anak Rini yang masih duduk dibangku sekolah kelas 2 SMA.

Faktor ekonomi mengurung langkahnya untuk berobat. Kini mereka pasrah dengan nasib. Tak jarang pula Istri dan anaknya kekurangan makan.

Padahal, penghasilan kebun yang ia garap selama ini bisa meraup Rp 500 ribu tiap bulannya. Dari jerih itu mereka dibesarkan termasuk untuk keperluan sekolah sang anak.

Istrinya, Nurtama menceritakan, semula suaminya merasa ada satu benjolan pada bagian dadanya itu. Namun bertambah hari, benjolan itu semakin membesar.

Kendati sudah beberapa kali berobat dan memeriksakan benjolannya hingga ke RSUD Lebong. Namun belum juga kunjungan sembuh.

"Ini dari Maret 2019. Awalnya berasa sakit, terus ada satu benjolan kecil, dia kira benjolan biasa dan dibiarkan. Ternyata semakin lama semakin bertambah bejolannya dan terus membesar," katanya kepada RMOLBengkulu, Kamis (23/5) siang.

Rahmat dan Nurmata Saat Didatangi Tim Bansos

Lanjut Nurtama, kalau malam suaminya selalu menjerit menahan rasa sakit dan tidak bisa tidur semalaman. Bahkan obat dari dokter tidak bisa meredakan rasa sakitnya.

Sebagai istri, ia berharap bisa melakukan operasi tumor yang dialami suaminya itu. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang sehari-harinya sebagai petani karet itu tidak memungkinkan.

Terlebih lagi, pekerjaannya sudah ditinggal sejak beberapa bulan terakhir. Puncaknya saat sang suami mengindap penyakit tersebut.

Dia berharap, ada dermawan bisa membantu untuk operasi suaminya. Sebab, petugas kesehatan menyarankan agar suaminya segera dirujuk ke rumah sakit Palembang untuk menjalani operasi.

"Tidak ada uang, untuk biaya anak sekolah aja masih juga perlu dicari. Tapi saran dokter memang harus segera dioperasi di Palembang dek," tutupnya.

Untuk mendapatkan dana itu, petugas Bansos Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, Deki Saputra menyambangi rumah Rahmat kemarin, Kamis (23/5) pukul 14.15 WIB. Sampai saat ini dana baru terkumpul Rp 5 juta, sedangkan yang dibutuhkan hingga puluhan juta.

Bagi yang ingin membantu dapat mengirim bantuan kepada keluarga korban ke nomor rekening Bank Bengkulu 2020201083445 atas nama Robi Rades Prika, atau menghubungi nomor 0853-7727-9707 maupun mendatangi alamat di Desa Sukau Kayo Kecamatan Lebong Atas. [tmc]





Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00