Tersangka Dugaan Korupsi Rp 190 Juta Masih Tunggal

Daerah  JUM'AT, 24 MEI 2019 , 05:56:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tersangka Dugaan Korupsi Rp 190 Juta Masih Tunggal

Tersangka (Kemeja Biru)/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong memastikan bahwa pelaku dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran (TA) 2016 lalu masih tunggal. Belum ada tanda penyidik melakukan mengembangkan penyidikan kasus ini untuk membidik tersangka lain.

Hal itu diungkapkan Kajari Lebong Endang Sudarma melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong, Eddy Sugandi Tahir.

Sebelummya, penyidik telah tetapkan Kepala Desa (Kades) Air Kopras, AF sebagai tersangka kasus dugaan korupsi  terkait sejumlah proyek desa dan SPJ Fiktif honorarium perangkat desa kegiatan APBDes 2016.

"Tersangka AF cukup kooperatif dan saat Pemeriksaan terakhir dia (AF,red)  datang sendiri diantar pihak keluarga. Untuk kasus ini AF sebagai tersangka tunggal," ujarnya, kemarin (23/5) siang.

Baca juga: Diduga Tilep Uang Rp 190 Juta, Kades Air Kopras Resmi Ditahan Jaksa

Dia menambahkan, untuk tersangka terhitung Rabu (22/5) lalu sudah dititipkan di Rutan Kelas II Malabero untuk penahanan 20 hari kedepan, tapi bisa diperpanjang sekaligus menunggu jadwal sidang di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

Dalam kasus tersebut, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ditemukan penyelewengan dana yang merugikan negara sebesar Rp 190 juta.

"Semua bukti baik itu hasil kajian tim ahli sudah kita rampungkan. Yang jelas hasil pemeriksaan tersangka Kades AF melakukan dugaan korupsi secara sendiri, termasuk melaporkan SPJ di tanpa melibatkan pihak lain," ucapnya.

Gandi sapaan akrabnya mengatakan, atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat 1 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Serta dakwaan subsidair, yaitu pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Berdasarkan pengakuannya, tersangka telah menggunakan uang hasil dugaan korupsi untuk memperkaya diri. Untuk ancaman pada semua pasal yang disangkakan, hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun," tandasnya. [tmc]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 07:37:00