Dilimpahkan, Tujuh Tersangka Kasus Korupsi Ditahan 20 Hari

Daerah  KAMIS, 23 MEI 2019 , 14:50:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Dilimpahkan, Tujuh Tersangka Kasus Korupsi Ditahan 20 Hari

Para Tersangka Korupsi Mengenakan Rompi Oranye Saat Akan Dilakukan Penahanan

RMOLBengkulu. Setelah dua kali sempat ditunda, akhirnya Kejaksaan Negeri Rejang Lebong menerima pelimpahan tahap II tujuh tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan 21 komputer lab. bahasa Dinas Pendidikan tahun 2010 dari penyidik Polres Rejang Lebong.

Pasca dilimpahkan, ke tujuh tersangka tersebut langsung dilakukan penahanan ke rumah tahanan (Rutan) di Bengkulu selama 20 hari.

"Berdasarkan surat yang sudah kami sampaikan ke masing-masing tersangka dan kuasa hukum dilakukan penahanan, terhitung hari ini 23 Mei 2019 hingga 11 Juni 2019 di Bengkulu," kata Kepala Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Edi Utama melalui Kasi Intelejen, Richard Sembiring usai proses pelimpahan, Kamis (23/5).

Ditahannya ketujuh tersangka ke Rutan di Bengkulu itu dijelaskan dia karena pertimbangan teknis, dimana hal itu akan memudahkan saat dilakukan proses persidangan, mengingat persidangan dilakukan di Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu.

Pihaknya akan segera melimpahkan perkara tersebut ke PN Tipikor Bengkulu agar segera dilakukan proses persidangan, dimana dalam prosesnya nanti pihaknya sudah menyiapkan dua tim Jaksa.

"Pasal yang kami dakwakan nanti, pasal 2, pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagimana diubah dengan Undang-undang 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, semuanya didakwa pasal sama, tinggal lagi nanti melihat fakta dipersidangan," tegasnya.

Dia menambahkan, dari tujuh tersangka tersebut ada yang berstatus aparatur sipil negera (ASN) aktif di lingkungan Pemkab Rejang Lebong, bahkan diketahui satu tersangka lainnya juga sempat ikut dalam pertarungan Pileg 2019 kemarin.

Untuk diketahui, dalam kegiatan pengadaan 21 unit komputer laboratorium bahasa di Dinas Pendidikan Rejang Lebong tahun 2010 yang dilaksanakan oleh CV Wijaya Perdana menelan anggaran Rp. 3,1 miliar dari DAK terjadi masalah, dimana dalam kegiatan itu timbul kerugian negara sebesar Rp. 800 juta.

Dalam perjalanan kasus yang memakan waktu selama tujuh tahun itu, penyidik menetapkan sebanyak tujuh orang sebagai tersangka, yakni Sn yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Hs, As, Al, Za dan Yu yang merupakan panitia lelang serta Ad selaku PPTK. [ogi]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 07:37:00