Fahri Hamzah Desak Polri Investigasi Adanya Peluru Tajam Yang Tewaskan Massa

Politik  KAMIS, 23 MEI 2019 , 06:39:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Fahri Hamzah Desak Polri Investigasi Adanya Peluru Tajam Yang Tewaskan Massa

Fahri Hamzah/Net

RMOLBengkulu. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan kalau dirinya sudah mengingat kepada aparat untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi massa pengunjuk rasa, apalagi sampai menggunakan peluru tajam.

Itu menyusul bentrokan antara massa dengan aparat pasca Gerakan Kedaulatan Rakyat mundur dari gedung Bawaslu, Rabu (22/5) dini hari tadi, menyebabkan 6 orang meninggal dunia, dan 200-an orang mengalami luka-luka.

Bahkan, ada korban yang tewas akibat tembakan peluru tajam.

Saya sudah ingatkan lama, jangan salah membaca massa. Jangan anggap remeh, tapi bacalah dengan hati yang bersih, jangan pernah berniat memakai kekerasan,” ucapnya.

Penggunaan peluru tajam, lanjut inisiator Gerakan Arah Baru Indonesa (GABRI) itu, harus segera di-investigasi dan dibuka ke seluruh dunia.

Jika tidak menurutnya, Indonesia bisa kena delik kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) seperti 1998 dan setelahnya yakni Trisakti dan Semanggi.

Aparat harus fokus selamatkan nyawa, sekali lagi nyawa. Jadi saya mohoh aparat menahan diri, tidak menambah radikalisme massa,” imbuh Fahri Hamzah dilansir RMOL.id.

Seperti diketahui, bentrok antara massa demo di Bawaslu dan polisi terjadi semalam. Polisi bertindak lantaran massa bertindak anarkistis dan tidak mau dibubarkan hingga dini hari.

Selain itu, ada massa yang membuat keributan di dekat markas Brimob di Petamburan. Pagi ini, sekelompok massa bertindak anarkistis di sekitar Tanah Abang.

Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono memastikan pihaknya tidak menggunakan peluru tajam dalam menghalau massa.

Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam,” tegas Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (22/5). [tmc]




Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 07:37:00