Jangan Seret Nelayan Pada Perdebatan Politik

Nusantara  MINGGU, 19 MEI 2019 , 08:19:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Jangan Seret Nelayan Pada Perdebatan Politik

Foto: Net

RMOLBengkulu. Masyarakat bawah, seperti kaum nelayan, terusik berat dengan dagelan politik yang dipertontonkan kaum elit di Jakarta.

Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru mengatakan, nelayan tidak mau diseret-seret pada kisruh perdebatan politik yang kian tidak produktif.

Seharusnya, proses pemilihan di tingkat elit politik mampu diredam agar masyarakat bawah seperti nelayan tidak menjadi korban.

Jadi, hentikanlah tarik menarik dan silang sengketa yang malah memecah komunikasi yang baik di akar rumput,” tutur Siswaryudi baru-baru ini.

Di bulan puasa Ramadan, lanjut Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini, hendaknya para elit politik di Jakarta menjalin tali silaturahmi kepada sesama anak bangsa. Sehingga, masyarakat di akar rumput, seperti di basis nelayan, bisa khusyuk menjalankan ibadah puasa, dan fokus membenahi kehidupannya yang masih banyak morat-marit.

Siswaryudi Heru yang juga Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) berharap para elit politik tidak melupakan kebutuhan dasar nelayan, meskipun situasi politik sedang mengalami ketegangan yang kian tajam.

Kebutuhan-kebutuhan nelayan yang kian banyak menjelang hari raya lebaran sudah cukup menyita energi dan potensi mereka,” ujar Siswaryudi mewanti-wanti.

Menurut dia, klaim-klaim kemenangan jika ternyata kontra-produktif dengan kondisi riil masyarakat akar rumput, hendaknya dihentikan.

Terkait posisi calon anggota kabinet yang layak duduk di sektor Kelautan dan Perikanan ke depan, Siswaryudi menyampaikan, menteri itu mesti yang tidak arogan, yang mau melaksanakan program-program bersentuhan langsung dengan nelayan.

Terutama sosok yang mau mendengar dan melakukan aspirasi nelayan. Juga mau bersusah-susah untuk nelayan. Figur seperti itu yang dinantikan nelayan untuk duduk di kursi menteri,” tutupnya. dikutip RMOL.id. [ogi]




Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 07:37:00