Diskusi Bencana Banjir Bengkulu: Izin Amdal Tambang Batu Bara Dipertanyakan

Daerah  KAMIS, 09 MEI 2019 , 09:13:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Diskusi Bencana Banjir Bengkulu: Izin Amdal Tambang Batu Bara Dipertanyakan

RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Tambang batu bara menjadi faktor utama penyebab banjir versi Lembaga Swadaya Masyarakat Kanopi Bengkulu.

Direktur Kanopi Bengkulu, Ali Akbar membeberkan beberapa hal yang menjadi perhatian khusus terkait adanya tambang batu bara di Bengkulu yang mengakibatkan banjir melanda Provinsi Bengkulu.

"Kalau dalam pendekatan instrumen, ada yang namanya izin lingkungan yang filosofi sebenarnya adalah seluruh aktivitas yang ada dalam rangka eksploitasi sumber daya alam itu tidak berada di atas daya tampung," kata Ali Akbar saat diskusi bersama SMSI Bengkulu pada di Kedai Kopi Luwak, Rabu (8/5).

Sementara itu, jika mereka berkontribusi terhadap bencana kemarin, artinya daya tampung lingkungan itu tidak bisa dikendalikan dengan izin lingkungan dalam artian harus menggunakan dokumen ilmiah (Amdal) tidak menjawab daya tampung tersebut.

"Dan negara harus melakukan kerja cepat atas peristiwa ini. Karena sebenarnya negara itu bertanggung jawab ketika mereka berani mengeluarkan izin lingkungan itu," sambung Ali.

Kendati demikian, timbul pertanyaan apakah perusahaan tersebut patuh terhadap instrumen-instrumen kebijakan yang harus mereka lalui.

"Izin lingkungan itu adalah awalnya setiap 6 bulan sekali perusahaan wajib membuat laporan yang namanya laporan semester amdal dan itu wajib mereka lakukan," ucap Ali saat berdiskusi bersama rekan-rekan media.

"Saya curiga itu tidak dilakukan dan kalaupun seandainya dilakukan itu hanya untuk kebutuhan administrasi," tutup Ali Akbar. [ogi]

Komentar Pembaca
Selama Karhutla Masih Ada, Visi SDM Unggul Jokowi Cuma Mimpi
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11