KPU Tunggu Rekomendasi Bawaslu Soal PSU

Daerah  SABTU, 20 APRIL 2019 , 16:28:00 WIB | OLEH: REDAKSI

KPU Tunggu Rekomendasi Bawaslu Soal PSU

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Pemungutan suara Pemilu 2019 di Kabupaten Mukomuko baru saja digelar. Bahkan, saat ini ada sejumlah temuan dari Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Mukomuko terkait perhelatan ajang lima tahun itu.

Terutama soal kekurangan logistik saat pesta demokrasi itu tengah berlangsung. Meski begitu, KPU belum memberikan sinyal apakah akan dilakukan Pemungutan Ulang suara (PSU) atau justru sebaliknya.

Sebab, saat ini penyelenggara Pemilu Mukomuko masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu Mukomuko. Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua KPU Mukomuko Irsyad Komarrudin.

"Kita masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu. Sebab, untuk melakukan PSU ada beberapa tahap yang harus dipenuhi," ungkap Irsyad, Jum'at (19/4) siang.

Dia menambahkan, dasar pihaknya melakukan PSU adalah rekomendasi atau temuan dari Bawaslu. "Kita siap kalau harus melakukan PSU. Pun logistik untuk PSU sudah kita siapkan jika diperlukan. Kami tinggal menunggu dan menerima rekomendasi dari Bawaslu," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Divisi Pencegahan Dan Hubungan Antar Lembaga Amrozi mengungkapkan, saat perhelatan pesta demokrasi itu digelar penyelenggara malah kekurangan surat suara  di sejumlah TPS.

"Memang ada beberapa permasalahan di sejumlah TPS, mayoritas masalahnya adalah kekurangan surat suara(Susu), ada 42 TPS uang bermasalah di 15 Kecamatan," kata Amrozi.

Adapun beberapa wilayah kekurangan tersebut, yakni Kecamatan Air Rami kekurangan Susu Caleg DRPD sebanyak 50 lembar, Kecamatan Teras Terunjam Susu DPRD RI kurang 25 lembar, Kecamatan Ipuh kurang Susu Presiden sebanyak 50 lembar, Kecamatan Penarik Kurang Susu DPD RI sebanyak 100 Lembar.

Selain Kekurangan Susu ada juga di sejumlah TPS tidak ada tinta, dan Kecamatan Malin Deman ditemukan kurangnya C-1 Plano DPD. Meski begitu, saat pelaksanaan cepat teratasi oleh KPU dengan mengirim kekurangan ke lokasi.

"Dengan kejadian ini kami akan menyurati KPU tentang temuan atas kekurangan logistik. Kenapa permaslahan kekurangan logistik bisa terjadi. Ini harus menjadi evaluasi kedepan sehingga KPU bisa benar-benar mempersiapkan pelaksanaan Pemilu dengan maksimal," demikian Amrozi. [tmc]



Komentar Pembaca