Api Berkobar Di Masjid Al Aqsa

Nusantara  SELASA, 16 APRIL 2019 , 11:00:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Api Berkobar Di Masjid Al Aqsa

Ruang Sholat Marawi/Net

RMOLBengkulu. Api berkobar di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem awal pekan ini, di waktu yang bersamaan dengan kebakaran yang terjadi di Katedral Notre Dame di Paris.

Rekaman yang beredar di sosial memperlihatkan asap dan api muncul dari atap struktur yang dikenal sebagai Ruang Doa Marwani, atau Solomon's Stables.

"Kebakaran terjadi di ruang penjaga di luar atap Ruang Doa Marwani, dan brigade api Wakaf Islam menangani masalah ini," begitu kata seorang penjaga seperti dimuat Kantor Berita Palestina, dilansir ulang News Week.

Berita tentang insiden di Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga di Islam dan pusat konflik Arab-Israel itu seakan terhalang peristiwa kebakaran yang lebih besar yang melanda Katedral Notre Dame pada saat yang sama.

Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun menyatakan keprihatinan yang mendalam pada atas kebakaran yang terjadi di Katedral Notre Dame.

"Kepresidenan mengukuhkan solidaritas dan simpatinya dengan teman-teman kita di Perancis atas insiden ini," kata Abbas seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL.

Ruang Sholat Marwani terletak di bawah sudut tenggara Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram al-Sharif, yang berisi Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa.

Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal Departemen Wakaf Yerusalem dan Departemen Urusan Masjid Al-Aqsa, mengatakan kepada TV Jordan Al-Mamlaka bahwa kebakaran terjadi di halaman dan informasi awal menyatakan bahwa kebakaran mungkin disebabkan oleh anak-anak yang merusak area tersebut.

Kompleks ini secara keseluruhan terletak di bagian Kota Tua Yerusalem Timur, awalnya diduduki oleh Yordania selama konflik Arab-Israel 1948 yang mengikuti pendirian Israel. Tetapi kemudian direbut oleh Israel selama perang kedua pada tahun 1967.

Israel mencaplok keseluruhan kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak diakui oleh banyak komunitas internasional, meskipun monarki Jordan diberikan hak penahanan atas situs-situs suci Islam.

Dalam langkah kontroversial, Presiden Donald Trump mengakui keseluruhan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember 2017, menolak klaim Palestina yang bersaing untuk kota tersebut dan mengecewakan konsensus internasional yang luas. [tmc]


Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Salam Dua Jari Prabowo

Salam Dua Jari Prabowo

RABU, 17 APRIL 2019 , 10:27:00