Nihayatul Wafiroh: Jokowi Layak Didapuk Jadi Bapak Pembangunan Desa

Politik  RABU, 20 MARET 2019 , 07:14:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Nihayatul Wafiroh: Jokowi Layak Didapuk Jadi Bapak Pembangunan Desa

Nihayatul Wafiroh/RMOL

RMOLBengkulu. Politisi PKB Nihayatul WafirohPresiden, mengungkapkan, Joko Widodo dinilai sangat pantas dinobatkan sebagai 'Bapak Pembangunan Desa'. Sebab, jasa-jasa Jokowi terhadap pembangunan desa selama ia berkuasa sangat bisa dirasakan.

"Sangat wajar karena perhatian pemerintah Jokowi terhadap desa sangat luar biasa," kata politisi PKB Nihayatul Wafiroh saat dilansir Kantor Berita Politik RMOL di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (19/3).

Lebih jauh, ia menyatakan rencana pemberian kepada Jokowi di acara silaturahmi nasional para kepala desa sangat tepat. Pasalnya, di era pemerintahan sebelumnya, desa kerap terpinggirkan dan luput dari perhatian.

"Kalau dulu kan yang diuplek-uplek hanya kelurahan, desa tidak mendapatkan perhatian. Sekarang desa mendapatkan perhatian akses yang luar biasa," beber anggota DPR Komisi II ini.

Di era Jokowi juga, katanya, pembagunan desa terjadi denan pesat dan kesejahteraan masyarakat desa meningkat drastis. "Desa memiliki dana desa yang besar untuk pembangunan yang terus meningkat dari tahun ke tahun," pungkasnya.

Permintaan penobatan gelar 'Bapak Pembangunan Desa' kepada Presiden Jokowi disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Hal itu disampaikan merespon surat rencana kegiatan silatnas yang dikirim DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), DPP Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), serta Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan, Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD) kepada Mendagri.

Silaturahmi direncanakan berlangsung pada 30 Maret 2019 di Stadion Gelora Bung Karno, kemudian dalam catatan diubah menjadi 2 April 2019 untuk menyesuaikan jadwal Jokowi. Undangan bagi kepala desa untuk menghadiri pemberian gelar 'Bapak Pembangunan Desa' viral di dunia maya. Dalam undangan tersebut kepala desa dimintai biaya Rp 3 juta. [tmc]



Komentar Pembaca
Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Erros Djarot - Tanpa Pamrih Kekuasaan

Erros Djarot - Tanpa Pamrih Kekuasaan

SELASA, 16 APRIL 2019 , 15:00:00

Salam Dua Jari Prabowo

Salam Dua Jari Prabowo

RABU, 17 APRIL 2019 , 10:27:00