Lebong Usulkan 49 Kegiatan Ke Pemprov

Daerah  JUM'AT, 15 MARET 2019 , 07:54:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Lebong Usulkan 49 Kegiatan Ke Pemprov

Musrenbang/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Sebanyak 49 kegiatan diusulkan Pemkab Lebong ke Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan jumlah anggaran kurang lebih Rp 200 miliar.

Hal itu disampaikan dalam Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten tahun 2019 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020 yang digelar di aula Pemda Lebong, Kamis (14/3) kemarin.

"Usulan prioritas itu dari hasil Musrenbang tingkat Desa hingga Kecamatan yang memang sesuai dengan RPJMD Lebong atau program kerjanya Bupati dan Wabup Lebong yang tentunya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Kepala Bappeda Lebong, Eddy Ramlan melalui Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Partono, Kemarin (14/3).

Tono sapaan akrabnya mengatakan, di tahun 2019 ini salah satu program prioritas Pemkab Lebong, yaitu normalisasi daerah aliran sungai mengingat dalam beberapa tahun terakhir Lebong kerap dilanda bencana banjir.

Oleh sebab itu, normalisasi Sungai Ketahun di wilayah Kecamatan Lebong Uram Jaya diantaranya yang diusulkan. "Memang ada normalisasi Air Kotok melalui APBD Lebong. Tapi, itu hanya 30 persen yang bisa diakomodir secara keseluruhan Makanya, masih perlu juga dapat kucuran dari APBD Provinsi," tambahnya.

Selain program normalisai, lanjut Tono, usulan pembangunan fisik seperti pelebaran jalan ruas Kelurahan Pasar Muara Aman menuju Desa Tambang Sawah, Kecamatan Pinang Belapis.

Lalu, pemotongan tebing sepanjang jalan Provinsi atau tepatnya dari Atas Tebing hingga menuju jalur curup. Sebab, jalur Provinsi tersebut kerap longsor.

"Kita juga sampaikan bahwa Lebong juga butuh alat berat untuk disiagakan di kawasan rawan longsor. Termasuk dana penanganan tanggap darurat bencana bagi warga yang terdampak. Mengingat tahun ini hanya ada alokasi Rp 100 juta untuk beras cadangan bagi warga terdampak bencana," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mengusulkan pembangunan fisik untuk pemenuhan air bersih. Menyusul dalam beberapa tahun terakhir hanya diakomodir melalui APBN bukan APBD Provinsi.

"Sektor pendidikan kita usulkan sapras pendukung hingga beasiswa bagi pelajar kurang mampu. Sedangkan, untuk sekor kesehatan kita juga usuloan pemberian kuota Jamkesda melalui APBD Provinsi," terang Tono. [tmc]



Komentar Pembaca