Wawan : Disperkan Harus Tepati Janji

Daerah  KAMIS, 14 MARET 2019 , 07:29:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Wawan : Disperkan Harus Tepati Janji

Wawan Fernandez/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Belum jelasnya realisasi bantuan bibit dan pemulihan lahan bagi petani Desa Tabeak Kauk, Kecamatan Lebong Sakti, pasca banjir belum lama ini membuat warga pemilik sekitar 5 hektar terpaksa tarik nafas.

Oleh sebab itu, Wakil Bupati Lebong Wawan Fernandez, meminta instansi terkait segera merealisasikan janji pemulihan dan penyerahan bibit tersebut.

Wawan menambahkan, warga tidak butuh retorika belaka dengan janji-janji banyaknya program yang secara langsung tidak berdampak pada masyarakat. Namun, dibutuhkan penanganan yang pasti dan jika memang ada permalahan harus segera ditanggunglangi.

"Selaku ketua pengentasan kemiskinan Kabupaten Lebong jelas saya prihatin, karena sawah mereka tidak bisa digarap lagi dan jelas itu tidak cukup hanya benih padi yang mereka butuhkan. Tapi pemulihan lahan juga harus segera dilakukan," tegas Wawan, kemarin (13/3).

Dia mengaku, dirinya telah mengingatkan Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Kabupaten Lebong untuk segera kembali turun ke wilayah lahan sawah yang mereka janjikan tersebut. Hal itu perlu dilakukan agar jangan sampai emosi para petani terdampak semakin memuncak.

"Ingat tahun 2018 Dinas Pertanian (Disperkan,red) pernah menjanjikan program tanam dua kali kepada masyarakat Lebong akan sukses, tapi kenyataannya  gagal kembali. Untuk itu, jika Kadis Disperkan tidak mampu menjalankan tugasnya, silakan mundur," tegas Wawan.

Baca juga : Kurangi Dinas Luar, Bersihkan Material Longsor Di Bahu Jalan

Lebih jauh, ia masih optimis program percetakan sawah baru yang menjadi program Pemkab Lebong tersebut. Paling tidak, lanjut wawan, dirinya juga masih punya waktu dalam dua tahun untuk ikut mendampingi sampai program percetakan sawah baru tersebut benar-benar terealisasi dengan baik.

Untuk mengentaskan kemiskinan yang ada di Kabupaten Lebong, seyogianya program tersebut untuk mengurangi angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Lebong.

"Sudah dua tahun ini saya mengajak Dinas Pertanian (Disperkan,red) Lebong untuk bersama ke Kementerian Pertanian, Alahmdulillah sampai sekarang ada saja alasan mereka dan rencana itu tidak terjadi," terang Wawan.

Sebagai ketua pengentasan kemiskinan Kabupaten Lebong, lanjut Wawan, sudah pasti dirinya tetap berusaha mengeluarkan masyarakat Lebong dari garis kemiskinan.

"Tentunya saya ingin mengeluarkan masyarakat Lebong keluar dari kubangan (tersebut, tapi jika menjalankan program tidak tepat secara tidak langsung akan membuat kubangan baru bagi kemiskinan di Kabupaten Lebong," demikian Wawan.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada satupun pihak Disperkan belum bisa dikonfirmasi. [tmc]



Komentar Pembaca