Pemukulan Kader IMM Bukti Rezim Jokowi Otoriter

Nusantara  SELASA, 05 MARET 2019 , 06:27:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

RMOLBengkulu. Tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi demonstrasi Ikatan Masiswa Muhammadiyah (IMM) saat menyampaikan aspirasi terhadap Presiden Joko Widodo di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/3) dikecam Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni (Kornas Fokal) IMM.

Baca : Hastag Karya Nyata, Suguhkan IMM Award

Ketua Kornas Fokal IMM, Amirullah Hidayat mengatakan, aksi demonstrasi yang dibalas dengan aksi brutal seperti main pukul oleh oknum kepolisian dinilai sebagai bukti kegagalan Jokowi menghadirkan rasa damai terhadap masyarakat saat menyampaikan aspirasi di muka umum.

"Mestinya di saat itu, Jokowi sebagai kepala negara harus menunjukkan sikap pengayom agar mahasiswa dirangkul dan diberikan ruang dialog, bukan membubarkan secara paksa, karena mereka (IMM) hanya ingin aspirasinya tersalurkan," kata Amir, Selasa (5/3).

Baca juga : Dukung Tuntaskan Dugaan Pungli, Wabup Minta Penyidik Transparan

Lebih lanjut Koordinator Pusat Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) ini menuturkan, namun atas insiden tidak terpuji tersebut menjadi bukti bahwa Jokowi bukanlah sosok yang anti kritik.

"Bahkan Jokowi sangat tepat disematkan sebagai rezim tukang kriminalisasi aktivis," ujar Amir.

Untuk itu, lanjut dia, Jokowi tidak layak lagi menjalankan mandat dari rakyat untuk periode berikutnya, dan harus segera diganti pada Pilpres 2019.

"Kriminalisasi terhadap aktivis hanyalah salah satu dari sederet kelemahan leadership Jokowi memimpin negeri ini," tutup Amir. dikutip Kantor Berita Politik RMOL. [ogi]




Komentar Pembaca