Masalah Ekonomi, 2 Anak di Rejang Lebong Putus Sekolah

Pendidikan  RABU, 27 FEBRUARI 2019 , 18:48:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Masalah Ekonomi, 2 Anak di Rejang Lebong Putus Sekolah

RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Hingga saat ini di Kabupaten Rejang Lebong masih terdapat anak putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga, sementara Pemkab Rejang Lebong tengah menjalankan program pendidikan gratis.

Yakni Mariani (12) dan Wulan (8) anak dari pasangan Sarwandi (46) dan Halimatu Sadiah (43) warga Dusun II, Desa Kampung Baru Kecamatan Selupu Rejang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena kondisi ekonomi orang tuanya.

Kepada wartawan Sadiah bercerita, kedua putrinya tersebut sempat menikmati menikmati pendidikan di bangku sekolah dasar, namun karena masalah ekonomi keduanya terpaksa berhenti sekolah.

"Mariana dulu berhenti sekolah saat duduk dikelas III sedangkan Wulan berhenti sekolah saat duduk dikelas II," kata Sadiah ditemui dikediamannya, Rabu (27/2).

Keterbatasan ekonomi yang dialaminya tersebut karena sang suami hanya berprofesi sebagai buruh serabutan hanya mengandalkan orang lain untuk menggunakan jasanya, mulai dari buruh pemetik kopi, buruh kebun dan lainnya, dimana upah yang didapatkan dari bekerja hanya cukup untuj kebutuhan sehari-hari bahkan kurang.

Begitupula dengan dirinya yang juga menjadi buruh pencongkel buah kolang kaling, pekerjaan itupun tidak mesti dilakukan setiap hari.

"Bapaknya kerja serabutan, kalau saya kerja tukang congkel buah beluluk (kolang-kaling,red), kalau lagi bekerja sehari dapat upah Rp. 40 ribu, itu sudah cukup untuk kebutuhan dirumah," ujarnya.

Tak hanya Mariana dan Wulan, anak terakhirnya yakni Nurma (7) saat ini seharusnya juga sudah duduk dibangku SD kelas 1, karena tak mampu membeli perlengkapan sekolah, dirinya mengurungkan niat untuk menyekolahkan sang buah hatinya tersebut.

Selama ini keluarga tersebut hidup dibawah garis kemiskinan, bahkan kondisi rumah pelupuh bambu dengan ukuran sekitar 2,5 meter x 6 meter sudah tidak layak huni.

"Selama ini kami tidak pernah dapat bantuan dari Pemerintah, seperti raskin, jaminan kesehatan, bedah rumah dan lainnya," bebernya.

Tidak adanya bantuan bedah rumah yang diberikan kepada keluarganya tersebut karena memang lahan yang ditempati untuk bangunan rumahnya tersebut bukan miliknya, melainkan hanya menumpang dilagan sang mertua.

Meski dengan kondisi yang memprihatinkan saat ini, dirinya tetap berharap ketiga anaknya tersebut bisa kembali bersekolah layaknya anak seusianya, terlebih sang anak selalu berharap dapat kembali bersekolah.

"Hampir setiap hari anak saya tanya kapan dia bisa seolah lagi, kadang teman-temannya setiap pagi menjemput dia untuk bersekolah, tetapi bagaimana lagi kondisi kami seperti ini," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Kampung Baru, Syahid BS belum dapat dikonfirmasi terkait kondisi keluarga tersebut karena sedang tidak berada ditempat dan tidak dapat dihubungi via telpon. [nat]




Komentar Pembaca
BENANG MERAH (EPS.170): Lingkaran Korup Jokowi-Maruf
Prabowo-Sandi Incar Golput

Prabowo-Sandi Incar Golput

KAMIS, 21 MARET 2019 , 19:00:00

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

RABU, 20 MARET 2019 , 21:00:00