Angka Kemiskinan Rejang Lebong Turun Dengan Lambat

Daerah  RABU, 27 FEBRUARI 2019 , 18:21:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Angka Kemiskinan Rejang Lebong Turun Dengan Lambat

RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi pada saat memperingati tiga tahun kepemimpinannya Minggu (17/2) lalu mengungkapkan, angka kemiskinan di wilayah itu mengalami penurunan secara drastis sejak tahun 2017 lalu.

"Tahun 2017 Alhamdullilah Rejang Lebong dapat menekan angka kemiskinan 4,6 persen dari 21,4 persen menjadi 16,23 persen, kemudian berdasarkan hasil evaluasi kami bersama staf, saat ini kami yakinkan tinggal 14 persen lagi angka kemiskinan," kata Bupati dalam sambutannya.

Hanya saja berdasarkan hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rejang Lebong, penurunan angka kemiskinan diwilayah itu tidak signifikan setiap tahunnya, bahkan angka penurunannya tak mencapai 2 persen.

"Estimasi angka kemiskinan di Kabupaten Rejang Lebong memang setiap tahunnya turun, tetapi turunnya tidak drastis atau lambat, " kata Kepala BPS Rejang Lebong, Novrizal melalui Kasi Statistik Sosial, Hestin Rahmanita kepada RMOLBengkulu, Rabu (27/2).

Berdasarkan hasil survey, estimasi angka kemiskinan Rejang Lebong per Maret tahun 2015 diangka 18.03 persen atau sebanyak 46.040 jiwa, kemudian tahun 2016 turun diangka 17.81 persen atau sebanyak 45.790 jiwa, selanjutnya tahun 2017 diangka 16,97 persen atau sebanyak 43.850 jiwa dan data terkahir Maret 2018 diangka 16,23 persen atau sebanyak 42.130 jiwa dari total penduduk 259.945 jiwa.

Dijelaskan dia, estimasi angka kemiskinan tesebut didapatkan dari hasil survey dengan penentuan berdasarkan pendekatan konsumsi makanan dibawah garis kemiskinan.

"Untuk Rejang Lebong tahun 2018 itu per jiwa per bulan Rp. 434.643 per bulan, jika pengeluarannya dibawah itu maka masuk kategori miskin," bebernya.

Trend penurunan angka kemiskinan tersebut menurut dia tidak hanya terjadi di Kabupaten Rejang Lebong saja melainkan juga terjadi secara nasional, jika dibandingkan se Provinsi Bengkulu, Rejang Lebong menempati urutan ke 5 wilayah dengan penduduk miskin terbanyak.

Dia menambahkan, penyebab turunnya angka kemiskinan diwilayah itu karena banyak faktor, namun yang lebih dominan karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat disektor pertanian.

"Seharusnya Dana Desa yang selama ini dikucurkan bisa mengangkat perekonomian masyarakat, yang kemudian bisa menjadi berdampak pada penurunan angka kemiskinan, namun sepertinya saat ini dana tersevut masih diprioritaskan pada pembangungan infrastruktur," pungkasnya. [nat]




Komentar Pembaca