Jalan Rusak Mulai Meluas Setelah Diguyur Hujan

Daerah  MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 , 19:41:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Jalan Rusak Mulai Meluas Setelah Diguyur Hujan

RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Lebong menuju Rejang Lebong, tepatnya di Desa Talang Ratu, Kecamatan Rimbo Pengadang, Kabupaten Lebong, retak dan terancam ambrol di tiga titik berbeda.

Jalan ini juga merupakan jalan Provinsi. Jika sampai ambrol, maka jalan ini total tidak bisa dilewati pengendara. Mengingat di tiga titik tersebut berdekatan dengan jurang curam.

Kabid Bina Marga Dinas PUPRP Lebong, Dodi Irawan, mengungkapkan, jalan itu retak dengan panjang bervariasi. Titik pertama sepanjang 2,5 meter, sedangkan titik kedua dan ketiga mencapai 3,5 meter. Kondisi tersebut timbul, diprediksi karena tanah di tepi jalan terkikis akibat guyuran hujan terus menerus.

"Keretakan terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Lebong," ujar Dodi kepada RMOLBengkulu, Minggu (17/2) sore.

Dikhawatirkan jika tidak lekas ditangani akan ada korban jiwa. Apalagi curah hujan di wilayah tersebut tergolong tinggi. Kondisi retak juga dipastikan semakin lebar dari hari ke hari.

"Bila wilayah itu terjadi curah hujan tinggi, maka rawan akan terjadi longsor susulan dan retakan jalan aspal semakin lebar. Itu akan mengganggu transportasi jalan sekitar," tambah Dodi.

Dia mengaku, sudah melaporkan kondisi ini dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu. Namun, hingga saat ini belum direspon. Padahal, jalan tersebut statusnya jalan Provinsi.

"Di tiga titik itu ada curam dengan kedalaman 10 meter. Kita khawatir kalau dibiarkan jalan retak itu akan ambles," pungkas Dodi.

Dia memastikan, perlu dilakukan penanganan secepatnya. Sebab, jalur tersebut merupakan kawasan ramai lalu lintas. Jadi jika tidak segera dilakukan perbaikan, kerusakan jalan akan meluas.

"Tapi kalau melihat di Sirup LKPP Provinsi di Bengkulu, tahun ini ada kegiatan peningkatan. Mudah - mudahan lokasinya dipusatkan di sepanjang jalan yang diprioritaskan perbaikan," demikian Dodi. [ogi]

Komentar Pembaca