Massa Malibu Siap Hadang Jusuf Kalla Di Bengkulu

Hukum  KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 , 21:38:00 WIB | OLEH: REDAKSI

Massa Malibu Siap Hadang Jusuf Kalla Di Bengkulu
RMOLBengkulu. Massa yang mengatasnamakan dirinya Masyarakat Peduli Bengkulu (Malibu) berencana menghadang kehadiran Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang dijadwalkan hadir di Bengkulu membuka Tanwir ke 51 Muhammadiyah. Massa Malibu akan menyampaikan beberapa aspirasi kepada Wapres RI Jusuf Kalla. Koordinator Malibu, Deno Marlandone mengatakan, aksi disiapkan untuk secara khusus menyampaikan persoalan di Bengkulu untuk diketahui oleh Wapres RI.

"Kami akan sampaikan aspirasi agar diketahui oleh Wapres RI, ada persoalan hukum, juga persoalan mafia perkebunan di Bengkulu yang harus diketahui langsung oleh Wapres," ungkap Deno dalam rilisnya, Kamis (14/2/2019).

Dijelaskan Deno, masalah hukum di Bengkulu yang melibatkan beberapa kepala daerah dan telah dia laporkan ke Mabes Polri untuk segera ditindaklanjuti.

"Wapres punya kapasitas secara politik untuk mempercepat proses hukum berjalan, kami berharap kasus yang kami laporkan untuk segera diproses," jelasnya.

Terkait kasus itu, Deno menambahkan, pihaknya telah melaporkan sejumlah kasus korupsi di Bengkulu diantaranya Kabupaten Kepahiang, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara dan kasus di Pemprov Bengkulu yang diduga melibatkan petinggi Provinsi Bengkulu.

Selain itu, kata Deno, pihaknya meminta Wapres memberhentikan salah satu menteri yang menjadi caleg dari dapil Bengkulu, sebab ditenggarai melakukan politisasi anggaran untuk kepentingan politik.

Menurut Deno, aksi direncanakan melibatkan massa dari beberapa desa di Bengkulu Utara, namun hal tersebut dibatalkan sebab ada kendala teknis. "Ada beberapa desa yang awalnya siap melibatkan diri sebab menjadi korban HGU, namun dibatalkan karena ada kendala teknis," imbuhnya.

Diakui Deno, sejak beberapa hari, pihaknya sudah didatangi pihak keamanan di tempat dia menginap di Kota Bengkulu. Namun pihak keamanan tersebut dalam rangka berkordinasi.

"Biasa saja namanya aparat berkoodinasi dengan kami, itu tugas mereka," tambah Deno. [ogi]


Komentar Pembaca