Saatnya Kiai Menentukan Arah Kebijakan Negara

Politik  MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 , 06:26:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Saatnya Kiai Menentukan Arah Kebijakan Negara

KH. Nurul Yakin Ishak/Net

RMOLBengkulu. Istighotsah bukan saja merupakan tradisi bagi kaum Nahdliyyin, tetapi juga sudah menjadi kebutuhan. Dengan beristighotsah dapat membentuk karakter menjadi lebih baik, memperbaiki akhlak dan adab kepada sesama.

Demikian disampaikan Katib Syuriah PBNU yang juga inisiator Majelis Ulama dan Umara Nusantara (Maulana) KH. Nurul Yakin Ishak pada acara Istighotsah Akbar bersama warga NU Jakarta Utara dan silaturrahmi kader MKNU di Pondok Pesantren Asholihinal Abror, Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (7/2) lalu.

Pada acara itu hadir, pengasuh Pesantren Assholihinal Abror KH. Mukhlis Fadil, pimpinan Pesantren Tremas yang juga Katib Syuriyah PBNU KH. Lukman Harits Dimyati, Al Habib Salim bin Sholahudin bin Jindan serta ratusan anggota Banser, Ansor, IPNU, Muslimat NU dan alumni MKNU.

Istighotsah bermakna meminta pertolongan ketika keadaan sukar dan sulit kepada Allah SWT.

Sekarang ini, kata Kiai Nurul Yakin, banyak cara berpikirnya terbalik, logikanya terbalik. Yang baik dibilang buruk sebaliknya yang buruk dibilang baik

"Sekarang ini banyak yang haq dibilang batil yang batil dibilang haq. Yang benar dibilang hoax yang hoax dianggap benar. Fitnah dianggap biasa yang nyata dibilang pencitraan," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dua juga mengingatkan bahwa peran ulama dan santri NU sangat besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan NKRI, karena itu saatnya sekarang kiai ikut terlibat langsung dalam menentukan arah kebijakan negara.

"Saatnya sekarang kiai menentukan arah kebijakan negara, kita jangan hanya seperti dorong mobil mogok, mobilnya jalan kita ditinggal, makanya Kiai Maruf Amin harus menang," ungkap Kiai Nurul Yakin.

Sementara itu, Habib Salim bin Jindan menegaskan negara ini berlandaskan Pancasila, oleh sebab itu dia mengajak semua pihak untuk menjaga dan mempertahankan NKRI.

"Hai kalian yang tidak suka dengan demokrasi, tidak suka dengan Pancasila, tidak suka dengan NKRI keluar kalian dari Indonesia," tutupnya. dikutip Kantor Berita Politik. [ogi]





Komentar Pembaca
Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
Kredibilitas Jadi Rahasia Karangkraf Bisa Bertahan

Kredibilitas Jadi Rahasia Karangkraf Bisa Bertahan

JUM'AT, 15 FEBRUARI 2019 , 12:00:00