Polri: Media Massa Masih 'Cukup' Santun

Hukum  KAMIS, 07 FEBRUARI 2019 , 10:23:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Polri: Media Massa Masih 'Cukup' Santun

Muhammad Iqbal/RMOL

RMOLBengkulu. Media massa di Indonesia dinilai sudah cukup santun dalam menyajikan berbagai informasi kepada masyarakat.

"Saya kira cukup santun," ujar Kadiv Humas Polri, Brigjen (Pol) Muhammad Iqbal dalam acara malam budaya bertema "Santun Bermedia Untuk Pemilu Damai" di Surabaya Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (6/2).

Iqbal menjelaskan, penilaian 'cukup' karena masih ada beberapa media yang kerapkali menyajikan berita dengan merujuk pada media sosial.

Menurutnya, media sosial tidaklah compatible untuk menjadi rujukan. Kecuali, dari media sosial itu wartawan media massa melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum disampaikan pada publik.

"Media mainstream terutama, saat ini lebih banyak merujuk pada media sosial di mana setiap orang bisa menjadi reporter dan menjadi pemred untuk dirinya sendiri. Artinya tidak semuanya terkonfirmasi benar," jelasnya.

Iqbal memaparkan catatan perkembangan hoax atau kabar bohong yang bermula dari isu media sosial. Pada tahun 2015 hanya ada 10 hoax dan terus meningkat hingga pada tahun 2018 lalu tercatat hampir 100 kasus hoax.

Terlebih menjelang tahun politik dan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 kian memanas.

"Inilah mengapa media harus bisa menjadi cooling down masyarakat dari berbagai isu yang memanas," tukasnya.

Gelaran malam budaya tersebut menjadi salah satu rangkaian acara Hari Pers Nasional Jawa Timur 2019 di Kota Surabaya. dikutip Kantor Berita Politik RMOL. [ogi] 

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 07:37:00