Longsor, PT. Brantas Abipraya Diminta Hentikan Aktivitas

Daerah  SENIN, 04 FEBRUARI 2019 , 20:53:00 WIB | LAPORAN: AIDIL HARYANTO

Longsor, PT. Brantas Abipraya Diminta Hentikan Aktivitas

Sinuman/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di sekitar pembangkit listrik tenaga air (PLTA) II Padang Guci berbuntut panjang.

Masyarakat mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab dari abrasi tersebut. Diduga tanah longsor karena adanya aktivitas pengerukan batu pasir di sungai Padang Guci oleh PT Brantas Abipraya.

Salah satu tokoh masyarakat, Sinuman mengatakan, jika sebanyak 5 hektar kebun karet masyarakat jadi imbas longsor tersebut. Mereka menduga jika penyebabnya adalah akibat pengambilan batu pasir di Sungai Padang Guci.

"Kita sudah sampaikan kepada pihak PT Brantas Abipraya untuk ganti rugi tanam tumbuh 5 hektar kebun karet masyarakat yang terkena imbas longsor. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan," kata Sinuman kepada RMOLBengkulu, Senin (04/02).

Sinuman yang juga anggota DPRD Kaur menegaskan, jika pihaknya menuntut PT Brantas Abipraya sebagai pelaksana proyek PLTA II Kaur untuk bertanggungjawab. Beliau juga meminta pemerintah segera menyelidiki penyebab longsor tersebut agar tidak terjadi lagi.

"Selama ini belum pernah kejadian seperti ini. Pemerintah harus tegas, jika memang mereka terbukti penyebabnya maka harus diberi sanksi atau tutup," jelasnya.

Hal ini juga dikatakan Ketua Komisi ll DPRD Provinsi Bengkulu, Mulyadi Usman dengan tegas, untuk segerah lakukan pengkakajian ulang Dinas terkait  terhadap perijinan Pt Brantas Abipraya, kalau telah merusak dan merugikan masyarakat.

"Kalau ini terjadi merusak perkebunan masyarakat segera hentikan," tegas Mulyadi. [ogi]

Komentar Pembaca