Menggugat Era Post Truth Di Tahun Politik

Pendidikan  SABTU, 01 DESEMBER 2018 , 11:39:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Menggugat Era Post Truth Di Tahun Politik

RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Mengangkat isu yang sedang dirasakan pasca tahun 2016 yang mana setiap orang merasa benar tanpa memahami kebenaran yang di maksudkan atau yang dikenal dengan sebutan post truth.

Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu menggelar seminar nasional dengan mengusung tema "Menggugat Post Truth Dalam Komunikasi Politik Dan Diskursus Keagamaan" yang menghadirkan dua narasumber yakni Dr. Robby H.Abror, M.Hum  dan Prof.Dr.H.Rohimin, M.Ag serta bekerjasama dengan Serikat Media Siber Indonesi (SMSI) Provinsi Bengkulu

Dalam penyampaiannya,  Rohimin yang juga menjabat sebagai Direktur Pascsarjana IAIN Bengkulu menjelaskan bahwa isu agama yang harus menjadi perhatian saat ini terutama di tahun 2019 mendatang menjadi tahun politik

"Isu agama saat ini sering kali di bawa-bawa terutama dalam bidang politik. Tidak hanya itu isu sara juga tak luput dari pembicaraan dan hal inilah yang menjadi perhatian bagi kita semua ," kata Rohimin pada seminar nasional di pascasarjana IAIN Bengkulu , Sabtu (1/12).

Rohimin melanjutkan di zaman Rasullah ada proses politik yang benar yang dikenal dengan politik Rasullah yang mana dalam politik Rasullah ini adalah ketika ada isu yang sensitif terkait agama dan sara maka Rasullah menyelesaikannya dengan baik

Disisi lain, Narasumber kedua yakni Robby H. Abror menjelaskan bahwa era post truth sempat menjadi tren sebagai the word of the year 2016. Hal ini tejadi karena di era post truth kebenaran menjadi relatif bahkan kehilangan keontentikannya. Dan setiap orang merasa bahwa pendapatnya yanh paling benar daripada fakta obejektif

"Bagaimana cara kita untuk menggugat post truth adalah kita dapat membedakan mana yang hak dan mana yang hoax," ungkap Robby H.

Robby juga memaparkan macam-macam aliran kepercayaan, dan sebagai contohnya adalah sosial media yang saat ini tengah dikonsumsi oleh banyak orang dengan mudahnya mendapatkan informasi sehingga lupa untuk mencari kebenarnnya tersebut. [ogi]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00