Angkut Air Dengan Jerigen Ke Rumah Sakit, Keluarga Pasien Curhat Di Facebook

Daerah  MINGGU, 18 NOVEMBER 2018 , 19:13:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Angkut Air Dengan Jerigen Ke Rumah Sakit, Keluarga Pasien Curhat Di Facebook
RMOLBengkulu. Sebuah postingan curhatan yang diunggah oleh pria dengan akun facebook @Azwan Ansori menjadi perbincangan di linimasa. Pasalnya, keluarga pasien terpaksa mengangkut air dengan menggunakan jerigen, untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari di RSUD Lebong.

Hal itu lantaran air milik PDAM TTE Lebong sepekan terakhir mati total. Ia curhat sekaligus minta tanggapan nitizen dan pejabat di lingkungan Pemkab Lebong terkait kondisi air di RSUD Lebong.

Melalui facebook pula, ia menceritakan jika air satu jerigen itu diangkut rombongan keluarga pasien lantaran satu galon air yang disediakan pihak RSUD tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari. 

"Mohon tanggapan nitizen, pjabat, DPR, dll. RSUD Lebong sdh beberapa hr mati air (tdk ada air) sesuai SOP(dkasih hnya 1galon aqua utk 1x24jam. Jlas tdk cukup. Bgmn mnurut anda SOP-nya?," kata akun @Azwan Ansori.

Rupanya, postingan tersebut mendapat respon dari pemilik akun facebook lainnya, yaitu @Irwan Yurnadi dengan menggunakan bahasa daerah.

"Coa si umeak sakit bae, hrs ne tanye ngen PDAM getai bioa coa ngalia mini o bi dmingau yo, keme neak tanjung yo awei o kute," yang jika di artikan ke dalam bahasa indonesia,

"Bukan hanya di RSUD saja. Harusnya dipertanyakan dengan pihak PDAM kenapa air sudah seminggu terakhir tidak mengalir disana. Kami di Ujung Tanjung pun mengalami hal serupa," komentar Irwan.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Lebong, dr Ari Afriawan, membenarkan jika air PDAM di RSUD Lebong dalam kondisi mati total sejak, Senin (12/11) lalu. Ia mengaku sudah menginformasikan kondisi itu dengan pihak PDAM TTE Lebong, namun sebelumnya belum direspon.

Menurutnya, untuk menyiasati itu pihaknya menggunakan air sisa di bak penampungan ukuran 5x5 meter. Sekaligus membeli air mineral yang ditampung dalam galon.

"Dari hari senin sampai kamis kami menggunakan air dalam bak penampungan yang masih tersisa. Namun, ketika kegiatan katarak kemaren air sudah mulai berkurang," jelas Ari, Minggu (18/11) pagi.

Padahal, kata Ari, air PDAM di RSUD Lebong terbilang khusus. Sebab, pipa transmisi antara warga dan RSUD Lebong, dipisahkan. 

"Sebelumnya lancar. Padahal kami sudah dibuatkan jalur sendiri untuk RSUD. Jadi tidak gabung dengan pipa warga. Mudah - mudahan nanti airnya hidup," tutup Ari.

Terpisah, Dirut PDAM TTE Lebong, Sopian Razik, saat dikonfirmasi mengatakan, ia sudah menurunkan petugasnya melalui kantor Cabang Lebong Sakti untuk segera mengecek ke lapangan.

"Dua hari lalu saya sudah minta kepala cabang untuk hidupkan kembali airnya. Info yang saya terima hari ini air sudah normal kembali," ujar Sopian.

Diakuinya, matinya aliran air tersebut disebabkan ada perbaikan jembatan pipa transmisi dan distribusi oleh Dinas PUPRP Lebong di Desa Ujung Tanjung I, Kecamatan Lebong Sakti, karena tertimpa bencana alam tahun 2017 lalu.

Sehingga, harapannya perbaikan itu pula nantinya menjadi indikator pelayanan PDAM kedepannya. "Dimatikan alasannya ada pekerjaan perbaikan jembatan pipa dari Dinas PUPRP Lebong. Tapi, kita sesalkan usai dimatikan malah tidak diperbaiki," demikian Sopian. [ogi]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00