Polisi Bakal Terjunkan Personel Cek Fisik Proyek Rp 13,2 Miliar

Daerah  RABU, 14 NOVEMBER 2018 , 18:55:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Polisi Bakal Terjunkan Personel Cek Fisik Proyek Rp 13,2 Miliar

Net

RMOLBengkulu. Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Teguh Ari Aji, memastikan pihaknya akan menerjunkan personelnya untuk memeriksa fisik pembangunan Jembatan Ketahun IV di Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong.

Hal itu sebagai tindaklanjut dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2017. Dimana dalam laporan itu berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah hingga Rp 486.355.491.

"Iya kita rencanakan. Nanti, kita cek pekerjaannya dulu dan koordinasi dengan BPK," ujar Teguh kepada RMOLBengkulu melalui pesan singkat, kemarin (13/11) siang.

Dia mengaku, belum bisa berkomentar banyak terkait belum dilakukan pengembalian potensi kerugian sebesar Rp 486 juta. Namun, dipastikannya akan membeberkan hasil setelah personilnya turun langsung ke lapangan.

"Biar akurat datanya kita cek langsung dulu. Nanti kalau saya ada data baru saya bisa jawab," demikian Teguh.

Sebelumnya, paket kegiatan milik Dinas PUPRP Lebong tersebut bersumber dari APBD Lebong Tahun Anggaran (TA) 2017. Dengan nilai anggaran Rp 13,2 miliar. Berdasarkan hasil audit BPK, kerugian disebabkan oleh potensi kerugian atas item pekerjaan galian dan timbunan sekitar  Rp 178,7 juta, potensi kerugian atas item pekerjaan beton mutu sedang Fc'Mpa lantai jembatan sekitar Rp 63 juta.

Kemudian kerugian atas item pekerjaan beton mutu sedang fc 20 MPa sekitar Rp 99,3 juta, dan terdapat potensi kerugian atas item pekerjaan pemasangan struktur jembatan rangka baja panjang 60 m lebar 7,5 m sebesar Rp 145,2 juta.

Dari laporan itu menyebutkan, kondisi ini dipicu sejumlah faktor. Di antaranya, PA/PPK, dan PPTK tidak cermat dalam perhitungan analisas harga satuan pada perencanaan dan tidak melakukan pengendalian pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan dan tidak cermat dalam mengesahkan back-up data kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Selanjutnya, pengawas lapangan lalai dalam melakukan pengawasan, dan kontraktor lalai dalam melaksanakan metode kerja sebagaimana yang diatur dalam dokumen penawaran dan kontrak. [ogi]

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00