Selamatkan Banyak Orang Saat Liputan Gempa Palu, Lima Jurnalis Raih Penghargaan

Nusantara  JUM'AT, 09 NOVEMBER 2018 , 06:22:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Selamatkan Banyak Orang Saat Liputan Gempa Palu, Lima Jurnalis Raih Penghargaan

Gempa Palu/Net

RMOLBengkulu. Lima jurnalis heroik dari Palu yang telah menyelamatkan banyak orang pada saat liputan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, mendapat penghargaan "Indonesian Television Journalist (ITJ) Award 2018" di Makassar, 10 November 2018.

ITJ Award 2018 digelar di Ruang Teater Universitas Negeri Makassar (UNM) dan akan dihadiri Rektor UNM, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, kalangan akademis, dan jurnalis.

Ketua panitia penyelenggara, Anno Suparno mengatakan, lima jurnalis yang kisahnya viral itu pantas mendapat apresiasi tinggi dari dunia jurnalistik.

"Mereka menjadi teladan dalam melakukan pekerjaan jurnalistik. Profesional dan mengutamakan kemanusiaan," tutur Anno, melalui keterangan tertulis, Kamis (8/11).

Kisah lima jurnalis heroik dari Palu itu telah menarik perhatian banyak orang hingga ke mancanegara. "Kami dapat dukungan dan dana dari Noorcoin, uang digital syariah pertama di dunia yang mengintegrasikan teknologi crypto sebagai revolusi industrial 4.0," kata Anno.

Noorcoin yang mensponsori acara ini mengatakan, lima jurnalis itu telah memperlihatkan sikap profesional yang tinggi bersamaan dengan pelayanan kemanusiaan yang hebat.

"Noorcoin sebagai cryptocurrency syariah pertama di dunia yang telah diakui di berbagai penjuru dunia dan di tanah air, merasa terpanggil untuk memberikan penghargaan dan sumbangan kemanusiaan," kata Sofia Koswara, CEO Noorcoin.

Kepada lima jurnalis itu, ITJ dan Noorcoin memberikan piagam dan uang tunai. ITJ Award adalah program pemberian penghargaan kepada para jurnalis yang  berdedikasi dan memberikan dampak positif bagi pembangunan manusia di Indonesia. Program ini dirancang bergulir tiap akhir tahun.

Lima jurnalis itu, pada saat gempa besar terjadi di Teluk Donggala, tengah berada di dekat Pelabuhan Pantoloan dalam perjalanan meliput dampak gempa sebelumnya di Desa Sirenja, Kabupaten Donggala.

Tiba-tiba terjadi gempa besar. Mereka menyaksikan orang berjatuhan di jalan, motor-motor terbalik, dan mobil mereka terguncang hebat. Menyadari itu akibat gempa, mereka turun dan meliput sekeliling sambil menolong orang yang jatuh.

Beberapa menit kemudian, di kejauhan mereka melihat gelombang besar datang dari laut ke arah mereka. Serentak mereka berteriak memperingatkan warga yang sedang panik agar lari menyelamatkan diri ke tempat tinggi.

Mereka pun berusaha menyelamatkan diri. Melihat banyak orangtua, wanita, dan anak berlarian sambil minta tolong, mereka buka pintu mobil agar bisa masuk hingga penuh sesak. Sampai di ketinggian yang aman, barulah diketahui ada 12 orang yang ikut bersama mereka di dalam mobil berkapasitas tujuh penumpang itu.

"Mereka sendiri adalah korban gempa. Sampai di Palu setelah melewati berbagai rintangan, harus menghadapi kenyataan rumah yang rusak, keluarga yang entah di mana, dan jaringan komunikasi yang putus," tutur Anno.

Lima jurnalis itu akhirnya berhasil menemukan keluarga mereka masing-masing. Namun, trauma dan kerugian harta benda yang mereka alami tak banyak diketahui. Mereka tetap saja bekerja mengabarkan peristiwa pasca gempa hingga hari ini. dikutip Kantor Berita Politik RMOL. [ogi]




Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Poster Rosjonsyah Mentereng Di Argamakmur

Poster Rosjonsyah Mentereng Di Argamakmur

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 10:11:00

Hujan Sejak Subuh, Air Mulai Genangi Jalan

Hujan Sejak Subuh, Air Mulai Genangi Jalan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 19:50:00