Ini Penjelasan Pemkot Soal Pengelolaan Pasar Pagar Dewa

Daerah  KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 , 15:34:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Ini Penjelasan Pemkot Soal Pengelolaan Pasar Pagar Dewa

RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pihak Pemkot Bengkulu, menggelar konferensi pers soal pengelolaan Pasar Pagar Dewa, Kota Bengkulu, Kamis (8/11).

Kadis Kominfo Bengkulu, Medy Pebriansyah menyampaikan, permasalahan yang terjadi saat ini adalah adanya dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu sehingga menjadi polemik di Pemerintah Kota Bengkulu.

Disambung, Kabag Hukum Setda Kota Bengkulu, Abdul Rais menjelaskan, duduk permasalahan pengelolaan Koperasi Pedagang Kaki Lima (Kopkal) Pasar Pagar Dewa dengan pemerintah Kota Bengkulu.

Pasar Pagar Dewa yang tengah di buat oleh pihak pertama pada 2005-2015, di tanda tangani oleh Walikota Chalik Efendi dan di perpanjang oleh Caretaker pada saat itu dijabat Sumardi sebelum masa perjanjian pertama di tiga tahun pertama dan di perpanjang selama 40 tahun.

"Perkara ini telah bergulir beberapa waktu lalu dan telah sampai pada putusan Mahkamah Agung sesuai dengan No.2925k/pdt/2017 tanggal 18 Desember 2017 atas putusan tersebut Pemerintah Kota merasa keberatan dan sangat memberatkan pemerintah terutama menyangkut pengelolaan Pasar Pagar Dewa itu sendiri," kata Abdul Rais pada konferensi pers yang di gelar di Kantor Diskominfo Bengkulu.

"Atas putusan tersebut kita harus menyerahkan pengelolaannya ke Kopkal dan perlu di ingat perjanjian 40  tahun tersebut telah melanggar ketentuan perudang-undangan, karena didalam perjanjian pengeolahan itu tidak boleh 40 tahun tapi paling lama 30 tahun dan apakah sesuai dengan prosedur atau tidak, sudah kami pertanyakan dan ini memang di buat didalam peradilan juga serta sudah di paparkan di Mahkamah Agung namun pengadilan berpendapat lain dan kita tetap di posisi yang salah," sambungnya.

Disisi lain Kadis Koperasi Bengkulu, Eddyson juga mengutarakan pendapatnya soal prosedur yang seharusnya menjadi dasar atau pedoman dalam melakukan pengelolaan Pasar Pagar Dewa.

"Dari segi Kopkal Bangun Wijaya, sekarang statusnya tidak aktif lagi, berdasarkan peraturan menteri karena koperasi tersebut sudah tidak melakukan rapat anggota selama 3 tahun berturut-turut yang mana rapat anggota tersebut bersifat wajib, serta status anggotanya juga sudah tidak ada lagi, karena anggotanya sudah tidak setuju lagi dengan kepengurusan yang ada. Otomatis lembaganya sudah tidak sah lagi. Dengan begitu, Lembaga Koperasi yang sudah tidak aktif lagi dan kemana pemerintah kota akan membayar hal tersebut," ucap Eddyson.

Kuasa Hukum Pemerintah Kota Bengkulu, Helmi Suanda, merasa keberatan karena putusan tersebut sangat merugikan pemerintah Kota Bengkulu.

Dalam kurun 2005-2015 tersebut Koperasi Bangun Wijaya tidak membayar kontribusinya selama 20 persen kepada Pemkot, dan selama masa transisi pejabat perjanjian tersebut di buat baru oleh pejabat masa itu dengan massa perjanjian 40 tahun yang tidak sesuai dengan peraturan dan di tangani oleh caretaker yang tidak ada hak dalam menandatangi perjanjian tersebut.

"Perjanjian ini tidak prosedural dan tidak ada register dan patut diduga palsu, karena menggunakan register hukum yang seharusnya menggunakan register pemerintah daerah, serta ketidak jelasan struktural dimana pedagang bukan menjadi bagian dari anggota koperasi tersebut," tutup Helmi Suanda.

Pemerintah Kota Bengkulu akan menunggu dan pengajuaan 2 bukti baru dari kementerian koperasi. Untuk diketahui, Kerugian yang di terima Pemkot Rp 6.960.000.000 yang saat ini posisinya di ambil alih oleh Pemerintah Kota Bengkulu sejak tahun 2015 melalui UPTD Pasar Pagar Dewa. [nat]




Komentar Pembaca
#PolitisiOnTheRoad: Menggugat Surya Paloh Karena Sayang
BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

BENANG MERAH (EPS.162): Pilpres Atau Adu Jangkrik?

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 19:00:00

Ma

Ma"ruf Amin Dilaporkan Ke Bawaslu

JUM'AT, 16 NOVEMBER 2018 , 13:00:00

Poster Rosjonsyah Mentereng Di Argamakmur

Poster Rosjonsyah Mentereng Di Argamakmur

KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 10:11:00

Hujan Sejak Subuh, Air Mulai Genangi Jalan

Hujan Sejak Subuh, Air Mulai Genangi Jalan

SELASA, 13 NOVEMBER 2018 , 19:50:00