Tarif Masuk DMHB Bengkak, Beda Dengan Perbup

Daerah  JUM'AT, 02 NOVEMBER 2018 , 19:18:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Tarif Masuk DMHB Bengkak, Beda Dengan Perbup

RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kalangan pengunjung objek wisata alam Danau Mas Harun Bastari (DMHB) Rejang Lebong mengeluhkan tiket masuk yang diberikan oleh petugas penjaga diduga tidak sesuai dengan ketentuan.

Salah satunya Joni (35) pengunjung dari Kota Curup, menurut dia tarif masuk kawasan DMHB yang diberikan petugas tidak jelas, dimana dirinya diminta uang sebesar Rp. 15 ribu sementara karcis masuk yang diberikan menunjukkan karcis parkir yang nilainya Rp. 2 ribu.

"Saya saat itu menggunakan motor dengan teman saya, diminta uang Rp. 15 ribu kta petugasnya untuk biaya masuk dan parkir, sedangkan karcis diberikan hanya s karcis parkir yang nilainya Rp. 2 ribu," kata Joni kepada RMOLBengkulu, Jumat (2/11).

Hal serupa juga dialami oleh Apri (32), dirinya saat berkunjung bersama istrinya juga diminta uang masuk sebesar Rp. 15 ribu dan hanya diberikan satu karcis parkir.

Menurut dia, jika kondisi tersebut dibiarkan dapat merusak citra buruk wisata andalan Kabupaten Rejang Lebong, bukan tak mungkin wisatawan akan enggan kembali berkunjung ke DMHB.

"Sangat disayangkan kalau hal ini dibiarkan, tentunya bisa mencoreng progran Pemerintah daerah yang ingin mewujudkan Rejang Lebong kota wisata," pungkansya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Darmansyah mengakui jika dirinya belum mengetahui perihal tersebut, namun dirinya berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pengelola DMHB.

Dijelaskan Darmansyah, tarif masuk maupun tarif parkir sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup), untuk tarif masuk sesuai Perbup Nomor 30 Tahun 2011 tentang tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga, orang dewasa Rp. 3.000 dan anak-anak Rp. 2.000. Sedangkan tarif parkir untuk roda dua Rp. 1.000, roda empat Rp. 2.000.

"Saya tegaskan, jika tarif yang ditarik itu melebihi tarif yang diatur dalam Perbup itu maka sudah masuk kategori pungutan liar atau Pungli, dalam waktu dekat ini pengelola akan kita panggil" tegas Darmansyah.

Dalam penarikan retribusi masuk DMHB sendiri, ditambahkan dia, pengelola wajib memberikan tiket atau karcis masuk kepada pengunjung, untuk itu dia menghimbau kepada pengunjung untuk meminta karcis masuk dari petugas.

"Kami himbau juga kepada pengunjung agar dapat melaporkan langaung ke Dinas Pariwisata jika masih menemukan kejadian seperti itu, agar kami bisa menindaklanjutinya secara langsung," himbaunya. [nat]




Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25