Raperda Telah Disetujui, Nilai Deviden Pemkab Lebong Diproyeksikan naik

Daerah  KAMIS, 25 OKTOBER 2018 , 06:30:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Raperda Telah Disetujui, Nilai Deviden Pemkab Lebong Diproyeksikan naik

Roby Wijaya/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Persetujuan DPRD Lebong terhadap Raperda Penambahan Penyertaan Modal ke PT Bank Bengkulu  dipastikan berdampak signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lebong. Pasalnya, dengan adanya penambahan  modal itu dengan sendirinya angka deviden yang akan diterima Pemkab Lebong juga akan naik.

Data terhimpun dilapangan, posisi setoran modal Pemkab Lebong masih bertahan pada angka Rp 15,1 Miliar.  

Meskipun dalam tiga tahun terakhir belum ada penambahan setoran modal. Namun, PT Bank Bengkulu tetap menyetorkan deviden ke Pemkab Lebong. Dengan nilai deviden tahun 2015 sebesar Rp 4,086 Miliar, tahun 2016 Rp 3,441 Miliar, serta tahun 2017 sebesar Rp 2,618 Miliar.

Naik turun nilai deviden tersebut salah satunya dipengaruhi oleh nilai setoran modal yang masuk. Karena dari sejumlah daerah tingkat II maupun tingkat I di Provinsi Bengkulu terus berlomba menanamkan modalnya di PT Bank Bengkulu.

Jika melihat grafik secara keseluruhan dari modal Rp 15,1 Miliar tersebut. Maka, modal yang ditanamkan Pemkab Lebong sejak tahun 2005 hingga 2017 ke PT Bank Bengkulu total deviden yang sudah disetor sebesar Rp 30,821.947.162,81.

Dengan disahkan Perda Penambahan Penyertaan Modal Pemkab Lebong di PT Bank Bengkulu sebesar Rp 25 Miliar.  Jika terealisasi dengan baik, maka dalam kurun waktu 5 tahun kedepan nilai deviden yang akan diterima Pemkab Lebong dan menjadi PAD di Kas daerah juga akan bertambah.

Kepala Cabang Bank Bengkulu Cabang Muara Aman, Roby Wijaya, saat dikomfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jika mengacu pada regulasi yang ada memang setiap penambahan setoran modal dengan sendirinya nilai deviden akan bertambah.

"Atas nama Direksi dan jajaran PT Bank Bengkulu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lebong beserta jajarannya, serta Pimpinan DPRD Lebong dan seluruh anggota DPRD Lebong yang sudah mengesahkan Raperda Penambahan Penyertaan Modal Pemkab Lebong di PT Bank Bengkulu menjadi Perda Lebong," ujar Roby, Rabu (24/10).

Meski begitu, pihaknya juga akan terus berbenah dalam meningkatkan layanan perbankan khususnya di Kabupaten Lebong. Hal tersebut juga sudah tertanam dalam visi Bank Bengkulu itu sendiri yakni, menjadikan Bank yang berkinerja tinggi dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.


"Dengan penambahan modal ini nantinya, kita dari PT Bank Bengkulu berharap selain meningkatkan layanan perbankkan, juga dapat berkontribusi lebih dalam meningkatkan salah satu sumber PAD Pemkab Lebong," tambah Roby.

Lanjut Roby menjelaskan, berdasarkan UUD Republik Indonesia Nomor 01 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara pasal 41 ayat (5). Bahwa penyertaan modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Negara/Daerah/Swasta ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

Kemudian ditambah dengan adanya Peraturan Pemerintah RI Nomor 58 tahun 2005, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Pasal 75. Bahwa penyertaan modal harus ditetapkan dalam Peraturan Daerah.  

"Kami berkomitmen akan selalu berusaha memberikan layanan terbaik dan ikut membangun daerah, karena PT Bank Bengkulu adalah milik daerah dan semestinya juga akan memberikan sumbangsih nyata untuk kemajuan daerah," demikian Roby. [ogi]

Komentar Pembaca