Harga BBM Naik, Pemerintah Gagal Urus Rupiah

Politik  KAMIS, 11 OKTOBER 2018 , 09:45:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

Harga BBM Naik, Pemerintah Gagal Urus Rupiah

ilustrasi/ net

RMOLBengkulu. Kegagalan pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, disinyalir berimbas kenaikan beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Anggota Komisi VII DPR RI, Sayed Abubakar Assegaf mengatakan, meski yang dinaikkan adalah jenis BBM non subsidi, tetap saja keputusan ini akan membebani masyarakat luas.

"Terlebih lagi dengan adanya kebijakan mengurangi pasokan BBM jenis Premium beberapa waktu lalu sudah banyak masyarakat yang beralih menggunakan Pertamax," sebut Sayed dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (11/10).

Sejak pukul 11.00 WIB kemarin, harga Pertamax naik menjadi Rp.10.400, Pertamax Turbo Rp. 12.250, Dexlite Rp. 10.500, Pertamina Dex Rp. 11.850. Menurut Sayed, kenaikan harga BBM tersebut diakibatkan kekeliruan pemerintah mengelola perekonomian.

Antara lain kurs rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS yang mencapai sekitar Rp 15.200 per dolar AS. Pada saat yang sama juga terjadi kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh sekitar 80 dolar AS per barel.

"Volume impor Indonesia  mencapai minyak mentah sebesar 360 ribu bopd dan 370 ribu bopd BBM. Atau sekitar separuh lebih produksi dalam negeri. Ini jelas membutuhkan dolar AS atau devisa yang tidak sedikit," jelas politisi Partai Demokrat ini.

Sayangnya, imbuh Sayed, ketergantungan terhadap BBM itu tidak segera diimbangi dengan program diversifikasi energi. Akibatnya saat harga minyak kembali naik dan kurs rupiah melemah maka kenaikan harga BBM tidak terlakkan.

"Meski sampai kini harga BBM bersubsidi seperti Premium belum dinaikkan namun sebenarnya harga riilnya di atas harga jual. Konsekuensinya Pertamina akan menanggung kerugian tersebut," pungkasnya. [nat]




Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Evakuasi Korban Penembakan

Evakuasi Korban Penembakan

KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 15:45:00

Tutup Mulut Dan Hidung

Tutup Mulut Dan Hidung

SELASA, 04 DESEMBER 2018 , 05:35:00

Impor Pangan Kebutuhan Siapa?

Impor Pangan Kebutuhan Siapa?

JUM'AT, 07 DESEMBER 2018 , 13:08:00