Kemerdekaan Perempuan Pada Masa Nabi Muhammad SAW

Pendidikan  JUM'AT, 05 OKTOBER 2018 , 11:22:00 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

Kemerdekaan Perempuan Pada Masa Nabi Muhammad SAW

Nasaruddin Umar/Net

KAUM perempuan tidak pernah mendapatkan ke­merdekaan sejati sebelum periode Nabi Muhammad Saw. Kedudukan perem­puan pada masa Nabi Mu­hammad Saw sering dilukis­kan dalam syair sebagai dunia mimpi (the dream of woman). Kaum perempuan dalam semua kelas sama-sama mempunyai hak dalam mengem­bangkan profesinya masing-masing, seperti dalam karier politik, ekonomi, dan pendidikan, suatu kejadian yang sangat langka sebelum Islam. Bahkan Prof. Yvonne Yazbeck Haddad, guru besar terkemuka Georgetown University, Washington DC, dalam Contemporary Islam and the Challenge of history, mengungkapkan bahwa seandainya bukan karena kedatangan islam maka mungkin kaum perempuan belum mengalami kemerdekaan. Tidak pernah ada sistem nilai yang memperjuangkan hak-hak dan kebebasan perempuan dalam lintasan se­jarah sehebat nilai-nilai islam.
Berita Terkait

Dalam kitab suci Al-Qur'an banyak sekali ayat yang ditemukan memberi semangat dan tantangan kepada kaum perempuan, yang mungkin sulit dilihat di dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Bahkan tidak ditemukan ayat atau hadis yang melarang kaum perempuan aktif dalam dunia politik. Al-Qur'an dan Hadis banyak mengisyaratkan kebolehan perem­puan aktif menekuni berbagai profesi. Dalam Al-Qur'an S.Al-Taubah/9:71 dinyatakan:

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah auliya bagi sebagian yang lain, mereka menyuruh mengerjakan yang ma'ruf, mencegah yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat dari Allah, sesungguh­nya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksa­na."

Kata auliya dalam ayat tersebut mencakup interaksi proaktif antara berbagai komponen di dalam masyarakat, tanpa membedakan la­ki-laki dan perempuan, sepanjang tidak men­imbulkan fitnah. Bahkan menurut ulama, tafsir perempuan juga memiliki makna untuk mem­perjuangkan kebenaran dan mencegah ke­batilan. Dalam beberapa riwayat disebutkan betapa kaum perempuan di permulaan Islam memegang peranan penting dalam kegiatan politik. Q.S.Al-Mumtahanah/60:12 melegalisir kegiatan politik kaum perempuan:

"Wahai Nabi, jika datang kepadamu kaum perempuan beriman untuk melakukan bai'at dan mereka tidak akan mempersekutukan se­suatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia (bai'at) mereka dan mohonkanlah ampun ke­pada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Al­lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Banyak sekali ayat bahkan beberapa su­rah dalam Al-Qur’an yang mengisahkan kesuksesan sejumlah perempuan di dalam du­nia politik, khususnya yang kita kenal dengan Ratu Balqis yang dikisahna dalam dua surah (S. al-Naml dan S. al-Anbiya'). Satu-satunya orang yang pernah mendapat pengakuan dari Tuhan sebagai "pemilik pemerintahan super­power" (laha 'arsyun 'adhim/27:23) dan nege­rinya dilukiskan dengan baldatun thayyibah wa Rabbun gafur atau negoro kang lohjina­wi, toto tentrem kerto raharjo, ialah kerajaan Ratu Balqis. Belum lagi peran politik sejumlah perempuan di samping para suaminya yang banyak dikisahkan di dalam Al-Qur'an. Yang paling dekat dengan kita ialah peran publik Khadijah dan Aisyah, isteri Nabi yang sede­mikian besar menunjang kesuksesan karier Nabi Muhammad Saw. dikutip Kantor Berita Politik RMOL.


Komentar Pembaca
4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

4 Juta Orang Akan Hadiri Reuni Akbar Mujahid 212

RABU, 28 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Jangan Seret Jokowi Dalam Kasus Kemah Pemuda Islam 2017
Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

Jawaban Jokowi Jadi Olok-Olok

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 , 21:00:00

Evakuasi Korban Penembakan

Evakuasi Korban Penembakan

KAMIS, 06 DESEMBER 2018 , 15:45:00

Tutup Mulut Dan Hidung

Tutup Mulut Dan Hidung

SELASA, 04 DESEMBER 2018 , 05:35:00

Impor Pangan Kebutuhan Siapa?

Impor Pangan Kebutuhan Siapa?

JUM'AT, 07 DESEMBER 2018 , 13:08:00