Aksi Mahasiswa Turunkan Presiden Dinilai Aksi Pesanan

Nusantara  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 17:12:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Aksi Mahasiswa Turunkan Presiden Dinilai Aksi Pesanan
RMOLBengkulu. Aksi mahasiswa yang kini marak terjadi di beberapa daerah, dinilai sudah tidak murni lagi tapi membawa kepentingan politik kelompok yang berkontestasi dalam Pemilu 2019. Oleh karenanya, diharapkan mahasiswa lain tidak terpengaruh dengan aksi-aksi partisan, yang mengarah pada kekacauan politik.

Hal itu dikatakan Korda BEM Nasoinalis Jabodetabek, Tukul Widiatmo, mengomentari aksi-aksi mahasiswa yang cenderung menyerang kredibilitas presiden Jokowi selaku petahana yang akan berlomba dalam Pilpres 2019.

"Dilihat dari isu yang diangkat, aksi-aksi ini by design. Meski seolah menggabarkan suasana aktual saat ini, tapi dipaksakan ketika mengkritisi persoalan yang terjadi, kemudian lompat pada tuntutan turunkan presiden. Dalam situasi tahun politik menjelang pilpres, aksi-aksi ini dapat dibaca sebagai aksi pesanan pihak yang ingin menciderai kredibilitas Presiden sebagai petahana. Aksi ini sangat partisan," ujar Tukul dalam keterangannya, Jumat (14/9).

Dia menilai, sejumlah isu yang dilontarkan kelompok mahasiswa partisan ini sebenarnya isu lama yang juga diusung oleh kelompok oposisi sebagai penantang petahana dalam pilpres. Isu yang diusung antara lain mengenai masuknya tenaga kerja asing dan kenaikan harga barang serta persoalan-persoalan itu sudah dijawab dan dicoba selesaikan oleh pemerintah.

Namun kata dia, kemudian diolah lagi setelah menemukan momentum fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

"Sehingga menjadi aneh ketika rupiah sudah mulai stabil, tetapi tetap dijadikan isu dalam aksi-aksi itu. Ini cukup menggelikan. Seolah aksi ini hanya ingin menyampakan hal-hal negatif tentang pemerintah, tanpa mempedulikan hal-hal positif yang telah dilakukan pemerintah. Aksi-aksi ini cenderung subyektif untuk menghakimi pemerintah, bukan solusi atas permasalahan yang terjadi," paparnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk bersabar dan bertarung saat pemungutan suara di Pilpres 2019 mendatang. Apakah akan mendukung capres petahana atau menginginkan presiden yang baru.

"Jadi bersabarlah. Dan untuk mahasiswa lain, tidak perlu ikut-ikutan. Ini sudah ada indikasi perang global dengan pintu masuk sektor ekonomi. Mari bersatu untuk sama-sama menghadapi serangan dari luar yang ingin melemahkan Indonesia. Jangan menjadi kaki tangan kepentingan asing dengan melemahkan pemerintahan sendiri," pungkasnya. dikutip Kantor Berita Politik RMOL. [ogi]

Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Advokat Antri Tanda Tangan

Advokat Antri Tanda Tangan

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 06:21:00

Pemuda Muhammadiyah Terima Silaturahim Sandi Uno

Pemuda Muhammadiyah Terima Silaturahim Sandi Uno

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018 , 04:52:00

Tabut Dan Telong-Telong Sudah Siap Meriahkan Penutupan Tabut