Untuk Menstabilkan Rupiah PSI Dukung Penghapusan Pungutan Ekspor Sawit

Politik  JUM'AT, 14 SEPTEMBER 2018 , 05:24:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Untuk Menstabilkan Rupiah PSI Dukung Penghapusan Pungutan Ekspor Sawit

Panen sawit/Net

RMOLBengkulu. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam menstabilkan nilai tukar rupiah.

Jurubicara PSI, Rizal Calvary Marimbo menyebut bahwa pihaknya turut mendukung penghapusan sementara pungutan ekspor komoditas kelapa sawit dan turunannya.

Langkah ini dapat memperkuat ekspor dan memperkuat rupiah, sebab dapat memasukkan devisa dari sektor nonmigas,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (13/9).

Menurutnya, dalam meningkatkan pemasukan devisa ke dalam negeri, pemerintah memang perlu memperkuat insentif kepada dunia usaha yang berorientasi ekspor.

Sawit merupakan salah satu andalan Indonesia. Namun demikian, banyak hambatan yang harus dilalui dalam melakukan ekspor sawit.

Kita melihat harga sawit juga terus melemah. Banyak hambatannya di Uni Eropa. Padahal selama ini industri ini jadi penyumbang terbesar devisa negara. Jadi kita melihat dunia usaha butuh dukungan dengan insentif berupa penghapusan pungutan-pungutan,” tegasnya.

Selama ini, ekspor minyak sawit dikenakan pungutan sebesar 50 dolar AS per ton. Sementara produk turunannya dikenakan sebesar 30 dolar AS per ton. dikutip Kantor Berita Politik RMOL. [ogi]




Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Advokat Antri Tanda Tangan

Advokat Antri Tanda Tangan

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 06:21:00

Pemuda Muhammadiyah Terima Silaturahim Sandi Uno

Pemuda Muhammadiyah Terima Silaturahim Sandi Uno

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018 , 04:52:00

Tabut Dan Telong-Telong Sudah Siap Meriahkan Penutupan Tabut