Densus 88 Amankan Terduga Teroris Di Bengkulu

Hukum  SABTU, 11 AGUSTUS 2018 , 06:54:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

Densus 88 Amankan Terduga Teroris Di Bengkulu

ilustrasi/ net

RMOLBengkulu. Tim Densus 88 Mabes Polri dikabarkan telah mengamankan seorang pria terduga teroris asal Kota Bengkulu.

Dihimpun RMOLBengkulu, pria dengan nama alias UD (31) warga Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Ketika penangkapan, Jumat (10/8) pagi sedang berboncengan dengan istri dan anaknya menggunakan sepeda motor, hendak menuju ke toko pakaian milik UD di Pasar Minggu.

Selanjutnya usai shalat Jumat, tim Densus 88 Mabes Polri, melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris. Senapan angin, laptop dan beberapa buku, serta handpone milik UD ikut diamankan aparat.

Diduga, SY alias UD terlibat jaringan radikal dan telah diamankan di Mako Brimob, Kota Bengkulu.

Diketahui, SY tinggal di rumah mertua dan kakak iparnya. Dari keterangan warga setempat jika SY beserta istri tidak bergaul dan terkesan tertutup dengan warga setempat.

Tidak hanya rumah SY, Densus 88 juga menggeledah dua tempat berbeda di  Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Teluk Segara dan di jalan Merapi Ujung Gang Merapi 18 RT 26 Kelurahan Panorama, Kecamatan Singgaran Pati.

Ketua RT Novianto, membenarkan, salah satu warganya di Kelurahan Panorama berinisial AS (29) dibawa oleh sejumlah orang. Namun Novianto tidak mengetahui alasan warganya diamankan, sebab tidak ada semacam surat pemberitahuan penangkapan kepada dirinya.

"Ya sudah shalat subuh, tapi saya tidak tahu berapa orang yang menjemput, pakai mobil," katanya kepada wartawan.

Keseharian AS berprofesi sebagai buruh bangunan dan sudah tinggal selama satu tahun di Kelurahan Lingkar Timur. Dari rumah AS juga diamankan beberapa barang milik AS.

"Dia juga mengajar mengaji, sehari-hari orangnya biasa saja. Sejumlah buku bacaannya, buku bacaan biasa, kajian agama," ujarnya. [nat]




Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00