Jokowi: Saya Memperkenalkan Indonesia Sebagai Negara Demokrasi

Politik  SELASA, 01 MEI 2018 , 23:20:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

Jokowi: Saya Memperkenalkan Indonesia Sebagai Negara Demokrasi

fbjkw/ Net

RMOL. Sekitar 100 tokoh ulama dan cendekiawan muslim dunia berkumpul di Bogor. Mereka hadir pada Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Wasatiyyah Islam atau High Level Consultation of World Muslim Scholars On Wasatiyyat Islam (HLC-WMS) yang dibuka langsung Presiden RI Joko Widodo, Selasa (1/5).

Dalam akunnya, Presiden Jokowi mengenalkan keberagaman budaya di Indonesia yang merupakan penganut agama Islam terbesar di dunianya.

Seratus tokoh ulama dan cendekiawan muslim dunia hadir dalam Konsultasi Tingkat Tinggi tentang Islam Wasathiyah yang saya buka pagi ini di Istana Bogor. Di antara para tokoh, ada Imam Besar Masjidilharam, Saleh Abdullah M Bin Himeid, Imam Besar Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayeb, Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar, dan lain-lain.

Saya memperkenalkan Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar di dunia: 210 juta dari 260 juta penduduknya beragama Islam, beragam dalam 714 etnis, berbicara dengan 1.100 lebih bahasa lokal dan hidup tersebar di 17.000 pulau.

Dalam keberagaman itu, Indonesia mampu menjaga persaudaraan, toleransi, perdamaian dan persatuan karena memiliki dasar negara Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Indonesia sendiri menyambut gembira menguatnya semangat moderasi dalam gerakan besar di dunia Islam. Gerakan Wasathiyah Islam harus menjadi gerakan bersama yang mendunia yang dapat menginspirasi para pemimpin, ulama, kaum muda dan umat Islam agar tetap teguh pada jalur moderasi Islam.

Seusai pembukaan KTT, para ulama dan cendekiawan muslim ini juga menunaikan ibadah salat Zuhur yang diimami Imam Besar Masjidilharam, Saleh Abdullah M Bin Himeid.

Demikian tulis Presiden Jokowi di akunnya.

Seperti diketahui kegiatan tersebut semakin memperkukuh silaturahmi dan persaudaraan antarumat Islam maupun antarbangsa dihadiri ulama dan cendekiawan muslim dari 50 negara. [nat]




Komentar Pembaca