Sebelum Hilang, Korban Targetkan Beli Motor Untuk Ibu

Daerah  RABU, 04 APRIL 2018 , 07:25:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Sebelum Hilang, Korban Targetkan Beli Motor Untuk Ibu

RMOL Bengkulu

RMOL. Suasana rumah terlihat lengang di Desa Pya Mbik, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong. Hanya ada dua orang anak yang terus duduk beserta dua orang Pasangan suami istri (Pasutri).

Rumah tersebut merupakan kediaman orang tua Zamzami (40), korban hanyut akibat terseret Air Bah Sungai Tik Aseak, Kecamatan Pinang Belapis, minggu (26/3) lalu.

Bagaimana tidak, anak dari  pasangan pasutri Abdul Maii ( 66) dan Sarbaini (66)  ternyata tulang punggung keluarga. Begitulah sekilas gambaran suasana hati keluarga.

Sejak bercerai dengan istri, Zamzami mengasuh dua orang anak yang bernama Bintang (17) yang masih duduk di bangku SLTA dan Pahri (15) yang masih sekolah di bangku SMP.

Pasca kejadian, satu persatu keluarga dan warga kemudian berdatangan ke Sungai Tik Aseak mencari Zamzami, yang  hanyut usai pulang dari tambang emas tradisional.

Mereka langsung menuju ke sepanjang sungai dengan lebar 10 meter guna melihat rupa wajah Zamzami.

Tim SAR dan relawan juga ikut mencari korban dengan melakukan penyisiran sepanjang sungai. Namun upaya yang dilakukan selama lima hari hanya menemukan jaket, tas, dan sepatu korban.

Mata merah dan meneteskan air mata, kesedihan tidak bisa disembunyikan dari raut wajah sang anak dan kedua orang tuanya.

Tak ada mata pencaharian lainnya, menjadi penambang emas tradisional sudah dilakoni Zamzami kian lama.

Sarbaini (66) menceritakan, sebelum kejadian korban pernah mengatakan kepada sang ibu akan  mengumpulkan urat emas sebanyak-banyaknya sebelum memasuki bulan suci ramadhan. Capaiannya hanya satu yaitu untuk membelikan sebuah hadiah kepada sang ibu berupa kendaraan roda dua.

"Dia yang jadi tulang punggung keluarga ini, membiayai sekolah anaknya dan biaya hidup keluarga semenjak ditinggal istrinya," kata Surbaini.

Ia juga memaparkan memang selama ini menjadi penambang emas tradisional adalah salah satu cara anaknya (Zamzami) untuk menghidupi menantu dan cucunya. "Tidak ada yang aneh selama ini. Sampai sekarang kami belum mendengar kabar ia pulang," curhat Surbaini.

Selanjutnya menurut Sarbaini, anaknya merupakan pekerja keras. Bahkan, perjuangan Zamzami selama ini berusaha keras dan tidak pernah mengeluh. Dan sangat tegar dalam berusaha sampai harus ikut menambang di Gunung Tik Aseak.

"Tidak ada firasat, dia orang yang baik dan peduli sama keluarga," sedihnya. [ogi]

Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Salam Dua Jari Prabowo

Salam Dua Jari Prabowo

RABU, 17 APRIL 2019 , 10:27:00