Pemkab Lebong Siap Fokus Perbaiki Sungai Rusak

Daerah  KAMIS, 01 MARET 2018 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Pemkab Lebong Siap Fokus Perbaiki Sungai Rusak

RMOL Bengkulu

RMOL. Untuk mendukung rekomendasi oleh tim Geologi bentukan Badan Geologi di Kementrian ESDM biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, siap bersinergi program-program kedepan khususnya untuk merehabilitasi Sungai Air Kotok dan Air Kotok yang dikhawatir sudah rusak.

"Memang diantara rekomendasi itu sudah jadi renstra puprhub Lebong bidang SDA agar penyusunan dan usulkan program kedepannya," kata Kadis Eddy Ramlan kepada RMOL Bengkulu, Rabu (28/2/2018).

Selain itu, ada tiga program yang akan disinergisitaskan dengan bidang SDA khususnya untuk Normalisasi sungai Air Kotok dan Air Karat, membangun pelapis sungai terutama yang berdampingan dengan pemukiman dan membangun beberapa Sabo dam maupun tanggul. "Target kita Air Kotok harus jernih lagi. Perubahan drastis warna air sungai sudah pasti ada campur belerang," tambah Eddy.

Kemudian lanjut Eddy, sebenarnya sungai tersebut prinsipnya kewenangan BWS Sumater VII. Akan tetapi sungai tersebut saling terkoneksi dengan pemukiman termasuk bangunan dinas PUPRP Seperti jembatan gantung dan jalan rusak akibat banjir bandang tahun 2017 lalu. "Misalnya kalau kita bangun pelapis tebing dan banjir merusak lagi bangunan itu gimana. Makanya digali dulu akar masalahnya baru bisa di rumuskan cara penanganannya. Artinya harus ada pembahasan jangka pendek dan jangka panjang," tukas Eddy.

Lebih lanjut, kata Eddy, penanganannya perlu dipilah mana yang harus dibangun sifatnya segera. Itupun tidak bisa penyelesaiannya dengan  sepotong potong.

"Intinya kegiatan bukan hanya sekedar fisik tapi juga non fisik. Seperti tahapan awal harus dimulai dengan perencanaan, fisik, regulasi, Sosialisasi, Pelaksanaan, dan Pengawasan," terang Eddy.

Disisi lain, banjir bandang selama ini sudah diprediksi bakal terjadi sesuai dengan tertuang dalam surat rekomendasi tim geologi kementerian ESDM yang dikeluarkan sejak tahun 2016 lalu tertanggal 10 Mei 2016 lalu. "Kalau bisa pada APBD Perubahan 2018 sudah bisa dilaksanakan program itu. Tentunya harus melibatkan semua pihak, terkhususnya kepada siapa saja rekomendasi tersebut ditujukan. Pemerintah saja atau memang ada pihak lain yang harus ikut serta menjalankan rekomendasi itu," demikian Eddy.

Sementara itu, Ketua DPRD Lebong, Teguh Raharjo Eko Purowoto mengatakan, akibat kejadian ini berdampak pada APBD daerah yang serba terbatas. Tak hanya itu, untuk menormalisasi Sungai Kotok dan Air Karat yang rusak akibat endapan longsor dari hulu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

"Tidak mungkin semua APBD kita diarahkan ke sana. Habislah anggaran daerah kalo totalnya diarahkan kesana. Artinya, memang perlu pembahasan lebih lanjut mengenai akar permasalahannya," singkat Teguh. [ogi]



Komentar Pembaca
Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

Ani Yudhoyono Dijaga SBY Dan Cucu

SABTU, 16 FEBRUARI 2019 , 21:00:00

BENANG MERAH (EPS.167): Tak Seirama Di Kubu Petahana
Kredibilitas Jadi Rahasia Karangkraf Bisa Bertahan

Kredibilitas Jadi Rahasia Karangkraf Bisa Bertahan

JUM'AT, 15 FEBRUARI 2019 , 12:00:00