Sungai Diduga Tercemar Lumpur Belerang, Puluhan Petani Lebong Ngadu Ke Polisi

Daerah  SENIN, 19 FEBRUARI 2018 , 14:25:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Sungai Diduga Tercemar Lumpur Belerang, Puluhan Petani Lebong Ngadu Ke Polisi

RMOL Bengkulu

RMOL. Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan petani yang berasal dari 5 Desa di Kecamatan Lebong Tengah mendatangi Polsek Lebong Tengah, Minggu (18/2/2018). Kedatangan mereka dalam rangka meminta solusi terkait kondisi sungai Cedam yang diduga telah tercampur lumpur belerang.

Kedatangan masyarakat sebenarnya menyampaikan keluhan dan meminta saran terkait tidak berfungsinya Dam Sabo di Desa Bungin, Kecamatan Bingin Kuning. Petani juga mengeluhkan  Air kotok yang telah meluap masuk ke air Cendam, sehingga ratusan kilo ikan petani mendadak mati. Begitupun tanaman padi yang mereka tanam juga dikhawatirkan akan terancam gagal panen.

Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra melalui Kapolsek Lebong Tengah, Iptu Edy Suprianto kepada RMOL Bengkulu menjelaskan, ada tiga hasil pertemuan tersebut. Pertama masyarakat akan membuat surat atau laporan tertulis ke Bupati Lebong yang akan dikirimkan melalui camat, untuk menindak lanjuti masalah Air Cendam dan mengeluarkan material yang ada dalam beberapa hari ini.

Kedua, apabila tidak ada respon Pemkab Lebong, maka masyarakat bersama pihak Polsek akan mencari pihak yang bersedia membantu dan bersama-sama melakukan perbaikan serta mengeluarkan material pasir dan batu dari dalam Air Cendam.

"Terakhir sebelum adanya audit lingkungan yang bisa memastikan penyebab bencana dan siapa yang paling bertanggung jawab, kita minta warga untuk tetap tenang. Prinsipnya kita tetap menerima keluhan masyarakat, sehingga dapat duduk bersama dan mencarikan solusi yang terbaik bagi masyarakat petani itu sendiri,"demikian Edy.

Sebelumnya salah satu Petani di Desa Karang Anyar yang mengaku ikan dalam kolam penampungnya tiba-tiba mati mendadak, semenjak warna air Cendam berubah kecoklatan yang bercampur lumpur pekat.

"Kita hanya minta solusi dari pemerintah daerah mengenai air kotok yang sudah masuk ke air cedam. Kita minta kalau bisa ada solusi. Begitulah keluhan yang disampaikan warga sekitar," singkat Kades Karang Anyar, Muktarezi. [ogi]


Komentar Pembaca
Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

Grup Tari Saman Tuna Netra Pecahkan Rekor MURI

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 21:00:00

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

Koalisi Jokowi Mulai Pecah

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

#KataRakyat: Ulama Berpolitik, Emangnya Ngaruh?

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 , 20:00:00

Advokat Antri Tanda Tangan

Advokat Antri Tanda Tangan

SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 , 06:21:00

Pemuda Muhammadiyah Terima Silaturahim Sandi Uno

Pemuda Muhammadiyah Terima Silaturahim Sandi Uno

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018 , 04:52:00

Tabut Dan Telong-Telong Sudah Siap Meriahkan Penutupan Tabut