Potret Memprihatinkan Dunia Pendidikan Di Lebong

Pendidikan  KAMIS, 11 JANUARI 2018 , 11:32:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Potret Memprihatinkan Dunia Pendidikan Di Lebong
RMOL. Dalam dunia pendidikan guru menjadi sosok yang paling penting untuk membangun karakter seorang anak. Seperti di Kabupaten Lebong, tenaganya dibutuhkan tapi justru  gaji seorang guru masih sangat memprihatinkan.

Salah satunya di  Madrasah Tsanawiyah (MTs) Zikir Pikir yang  berada di Desa Tik Teleu, Kecamatan Pelabai.  Sekolah yang dibangun pada 2011 itu terlihat memprihatinkan. Separuh gedungnya terbuat dari papan dan semen, sedangkan plafonnya rusak di beberapa bagian. Hingga sampai saat ini, sekolah tersebut memiliki 32 murid dan 9 tenaga pengajar.

Diceritakan salah satu seorang guru perempuan dan pendiri sekolah, Dwifa kepada RMOL Bengkulu, sekolah tersebut dibangun atas dasar minimalizir tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Lebong.   "Pertimbangan seperti angka putus sekolah sejak dini (SD, Red)  bakal meningkat membuat kami sepakat mendirikan sekolah madrasah," curhatnya.

Sebelumnya, pada tahun  2011 dan 2012 sekolah memiliki  14 orang  tenaga pengajar tanpa digaji. Selanjutnya, tepat pada tahun 2013 hingga 2015, barulah dikatakannya, para guru  mendapatkan gaji dari kemenag setelah bantuan dana bos keluar.  "Sejak tahun 2013-2015  gaji yang  diterima per bulan hanya  Rp 30.000. Itupun diterima tiga bulan sekali. Alhamdulillah, pada tahun 2016 barulah naik menjadi Rp. 100.000 per bulan," terangnya.

Dwifa mengatakan, selain menjadi guru di sekolah itu, ia bersama suami juga bekerja sebagai petani. Dirinya tidak mempersalahkan berapa besaran gaji yang ia terima selama mengajar. Sebab, menjadi seorang guru dikampung halamannya merupakan suatu tugas mulia yang diterimanya. menjadi tugas  "Harapan saya dapat berbagi ilmu pengetahuan kepada seluruh anak - anak di Desa," singkatnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Zikir Pikir. Sukamdani menjelaskan, sekolah tersebut memiliki tanah sekitar 1 hektar sebagai wakaf dari masyarakat. Namun, pihaknya belum dapat memanfaatkan tanah wakaf itu karena terkendala biaya pembangunan gedung. "Kita sudah berapa kali mengajukan bantuan kepada dinas terkait. Tapi seperti inilah kondisinya. Karena alau berbicara kemanusiaan,  semua orang mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan," singkat Sukamdani.

Terpisah, Kepala Kantor  Kementerian Agama  (Kakan Kemenag) Kabupaten Lebong, Dr.  H. Junni Muslimin saat dikonfirmasi belum bisa berkomentar banyak. "Saya masih dilokasi acara, nanti telepon lagi ya," singkat Junni. [ogi]

Komentar Pembaca
Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

Jembatan Widang Di Tuban Ambruk

SELASA, 17 APRIL 2018 , 13:00:00

Rizal Ramli, Sang Ngofa Tidore

Rizal Ramli, Sang Ngofa Tidore

SENIN, 16 APRIL 2018 , 19:00:00

Diarak, Prabowo Masih Sehat!

Diarak, Prabowo Masih Sehat!

JUM'AT, 13 APRIL 2018 , 13:00:00