Girimulya Masuk Pemetaan Nasional Potensi Konflik Pemilu 2019

Daerah  RABU, 27 DESEMBER 2017 , 21:22:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

RMOL. Tidak hanya persoalan pembangunan gapura dan sengketa tapal batas wilayah antara Kabupaten Bengkulu Utara dengan Kabupaten Lebong, dibahas di tingkat nasional yaitu Kemendagri. Ternyata, soal Pemilu 2019 nanti, Kecamatan Girimulya juga masuk pemetaan nasional lantaran rawan konflik.

Ketua Panwaslu Bengkulu Utara, Titin Sumarni, melalui Divisi Sosialisasi, Tri Suyanto, Rabu (27/12/2017) mengatakan, potensi pelanggaran di Kecamatan Girimulya sangat besar terjadi.

Hal itu dapat memicu terjadinya konflik, bahkan Desa Renah Jaya didalamnya, masuk pemetaan titik rawan, fokus pengawasan dan strategi pengawasan di Pemilu serentak Legislatif- Presiden dan Wakil Presiden 2019 mendatang.

"Pemetaan di 2014 dan 2015 salah satunya di tapal batas, Kecamatan Girimulya, Desa Renah Jaya masuk lagi di pemilu 2019 bahkan sudah dipetakan secara nasional," ujar Tri Suyanto.

Mencegah terjadinya pelanggaran, beber Tri. Pihaknya telah menempatkan anggota Panwascam yang berkompeten menangani hal itu.

"Panwascam kami sudah mulai menyiapkan tahapannya untuk melakukan sosialisasi pemilu, diharapkan dapat mencegah timbulnya pelanggaran pemilu," pungkas Tri. [nat]



Komentar Pembaca