Gempa di Lebong Akibatkan 233 Bangunan Rusak

Daerah  RABU, 06 DESEMBER 2017 , 19:27:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Gempa di Lebong Akibatkan 233 Bangunan Rusak

RMOL Bengkulu

RMOL. Sedikitnya ada 233 unit bangunan di dua kecamatan, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5.1 Skala Ricter (SR), Rabu dini hari, (6/12/2017). Dua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Lebong Atas dan Kecamatan Pelabai.

Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra melalui Kapolsek Lebong Atas, Ipda Kuat Santosa, kepada RMOL Bengkulu menjelaskan, klasifikasi kerusakan terbagi menjadi tiga, pertama kerusakan ringan total 119 unit bangunan, kerusakan sedang 72 unit, sedangkan 42 unit bangunan lainnya mengalami rusak berat.

"Dari 14 desa yang berada di dua kecamatan itu, hanya bangunan di Desa Suka Datang tidak mengalami kerusakan,” ungkap Kuat saat ditemui memonitoring di lapangan.

Selain itu, lanjut Kuat, khusus untuk wilayah kerjanya, dipastikan situasi tetap kondusif.

Seorang anak SD Serli (9) warga Desa Taba Baru dan Aisah (50) warga Desa Danau, Kecamatan Lebong Atas, mengalami luka ringan akibat terkena runtuhan material bangunan.

”Data ini dari monitoring babinsa- babinsa Polsek Lebong Atas di setiap desa. Tidak hanya rumah, bangunan sekolah, kantor dan tempat ibadah juga mengalami kerusakan akibat digoyang gempa,” kata Kuat.

Ditempat terpisah, Disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Lebong, Fakhrurrozi, ia belum bisa memastikan berapa total kerugian yang di alami masyarakat akibat bencana gempa bumi. Pihaknya, masih mendata dan mencari laporan apakah ada korban jiwa. 

"Kerusakan bangunan yang parah di Kecamatan Pelabai dan Lebong Atas. Sedangkan, di Kecamatan lain kita masih menunggu laporan personil yang masih di lapangan. Harapan kita, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini,” kata Rozi.

Hingga saat ini dikatakan dia, warga masih bertahan dirumah masing-masing dan berjaga- jaga di luar rumah mengantisipasi gempa susulan.

Dengan adanya gempa ini pula, pihaknya akan mengkaji, apakah masa tanggap darurat nantinya perlu dilakukan perpanjangan atau tidak.

"Kita kaji dulu, kalau mengenai gempa ini kita masih menunggu keputusan bupati,” demikian Rozi. [nat]


Komentar Pembaca
AM Fatwa Sang Pejuang Sejati

AM Fatwa Sang Pejuang Sejati

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 , 13:00:00

Pembacaan Sumpah Pemuda Secara Serentak

Pembacaan Sumpah Pemuda Secara Serentak

RABU, 13 DESEMBER 2017 , 11:00:00

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00