Olah TKP BB Dikubur Di Kebun Pisang, Masyarakat Jangan Anarkis

Hukum  SABTU, 18 NOVEMBER 2017 , 11:30:00 WIB | LAPORAN: IRMAN DINATA

Olah TKP BB Dikubur Di Kebun Pisang, Masyarakat Jangan Anarkis

RMOL/Bengkulu

RMOL. Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara, melalui Kasat Reskrim, AKP Jufri menghimbau kepada masyarakat maupun keluarga Laura Dwi Lestari untuk tidak bertindak anarkis terhadap RA maupun keluarga RA.

"Segala informasi yang diperoleh saya minta agar segera disampaikan dulu kepada kami, supaya tidak memicu kerusuhan di tengah masyarakat," imbuh Jufri, kepada RMOL Bengkulu, Sabtu (18/11/2017).

Ia juga menyampaikan, hasil pemeriksaan sementara RA nekat membungkus jasad korban ke dalam karung dan membuangnya ke sungai Desa Kota Agung untuk menghilangkan jejak setelah mengetahui bocah SD itu tewas dengan tikaman pisau dapur karena melakukan perlawanan ketika hendak di perkosa. Diketahui pula, hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan RA, sempat memperkosa dan menguburkan BB pisau di kebun pisang belakang rumah kakek yang ditempatinya.

Pria putus sekolah ini, terancam pasal 351 ayat 3 KUHAP kurungan penjara maksimal 20 tahun.

"Ini pembunuhan, untuk penyebab kematiannya kita masih menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara," ucap Jufri.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (17/11/2017) pukul 17.00 WIB masyarakat Desa Kota Agung, Kecamatan Air Besi, Kabupaten Bengkulu Utara digemparkan dengan penemuan mayat bocah perempuan berumur 9 tahun terbungkus karung di bawah jembatan tepian sungai desa setempat.[R90]



Komentar Pembaca
AM Fatwa Sang Pejuang Sejati

AM Fatwa Sang Pejuang Sejati

KAMIS, 14 DESEMBER 2017 , 13:00:00

Pembacaan Sumpah Pemuda Secara Serentak

Pembacaan Sumpah Pemuda Secara Serentak

RABU, 13 DESEMBER 2017 , 11:00:00

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

Lawatan Rizal Ramli Di Maluku Utara

SABTU, 02 DESEMBER 2017 , 17:00:00