Media Massa Pilar Demokrasi, Jurnalis Bengkulu Deklarasikan Melawan Korupsi

Nusantara  SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 22:29:00 WIB | LAPORAN: METALIA SONETA

Media Massa Pilar Demokrasi, Jurnalis Bengkulu Deklarasikan Melawan Korupsi

Deklarasi Jurnalis Melawan Korupsi

RMOL. Berdasarkan Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2016 Dewan Pers, Bengkulu sempat tercatat sebagai posisi terburuk kedua setelah Papua. Dengan kondisi ini, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berharap IKP Bengkulu bisa membaik dan naik. Menurutnya, kemerdekaan pers serta keberadaan pers telah dijamin oleh Undang-undang.
 
"Pemerintah dan juga media sebenarnya mempunyai cita-cita yang sama. Pers merupakan pilar demokrasi, tentu perlu profesionalisme sehingga bisa menjalankan fungsi kontrol sosial tanggung jawab terhadap publik," ucap Rohidin saat membuka seminar Media Massa Anti korupsi di Bengkulu, Selasa (14/11).
 
Rohidin sangat mengapresiasi langkah jurnalis Bengkulu yang mendeklarasikan diri dalam melawan korupsi. Ia mengungkapkan, pemerintah tidak anti kritik, bahkan menurutnya keberadaan media center yang berada di Humas Pemprov Bengkulu diharapkan sebagai "rumah" bagi insan media untuk mempermudah mendapatkan informasi.
 
Dimana seminar Media Antikorupsi mengankat tema Media Massa dalam Posisi Entitas Bisnis dan Fungsi Kontrol Sosial digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan narasumber Imam Wahyudi dari Dewan Pers dan profesional bloger, Yosef Ardi dan seminar ini diikuti oleh pimpinan redaksi dari berbagai media massa di Bengkulu.
 
Imam Wahyudi memaparkan secara gamblang, bagaimana pers yang profesional. Baik dari sisi administrasi perusahaan pers, juga kode etik yang harus dipenuhi oleh jurnalis dan tetap menjaga Independensi.
 
"Pers jangan menjadi melempem meskipun ada kerja sama dengan Pemda," tegas Imam.
 
Sementara, Yosef Ardi mengatakan bagaimana karya jurnalistik dapat memberikan informasi yang lebih mendalam (deep news). Ketepatan pemilihan sisi pandang serta konsentrasi segmen juga menjadi daya tarik pembaca.
 
"Ini pentingnya penguatan divisi riset pada perusahaan pers, untuk memastikan memperoleh informasi yang lebih mendalam," papar Yosef. [Y21]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00