Minimnya Dokter Spesialis Di Kabupaten Bengkulu Selatan

Daerah  SELASA, 14 NOVEMBER 2017 , 22:15:00 WIB | LAPORAN: SUGIHARTO PURNAMA

Minimnya Dokter Spesialis Di Kabupaten Bengkulu Selatan

Ilustrasi/Net

RMOL. Saat ini,  Kabupaten Bengkulu Selatan maaih banyak kekurangan dokter spesialis, sehingga mengakibatkan banyaknya pasien yang mengidap penyakit tertentu untuk berobat ke luar daerah karena minimnya dokter yang spesialis ahli dibidangnya. 
Tercatat Bengkulu Selatan hanya memiliki 14 dokter umum dan 5 dokter gigi untuk melayani kesehatan bagi 164 ribu penduduknya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Redhawan Arif mengatakan, selain kekurangan dokter umum dan gigi, daerahnya juga tidak memiliki dokter spesialis yang bertugas menangani berbagai pasien yang menderita penyakit khusus.

"Seperti dokter spesialis kulit dan kelamin, spesialis paru, radiologi serta THT itu kami belum punya," katanya.

Lebih lanjut Ia mengklaim, kekurangan dokter tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan di Bengkulu Selatan lantaran 14 puskesmas telah memiliki dokter.

Berdasarkan pedoman yang dibuat oleh World Health Organization (WHO), rasio ideal satu orang dokter umum adalah untuk melayani 2.500 penduduk, sementara satu orang dokter spesialis untuk 10.000 penduduk. Bila mengacu pada pedoman ini, maka Bengkulu Selatan kekurangan ratusan dokter umum dan spesialis.

"Jumlah puskesmas dan dokter sudah mencukupi, akan tetapi untuk memenuhi kebutuhan ideal kami butuh tambahan dokter, terutama dokter spesialis. Apabila ada pasien yang memerlukan penanganan khusus oleh dokter spesialis, mereka terpaksa dirujuk ke luar daerah," imbuh Redhwan.

Diketahui, Kabupaten Bengkulu Selatan saat ini hanya memiliki 1 RSUD dan 14 puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. [Y21]


Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00