Ekstarak Biji Mahoni Mampu Mencegah Gigitan Nyamuk DBD

Pendidikan  MINGGU, 12 NOVEMBER 2017 , 19:10:00 WIB | LAPORAN: SUGIHARTO PURNAMA

Ekstarak Biji Mahoni Mampu Mencegah Gigitan Nyamuk DBD

Arif Hidayat dan Endi Juniarti/RMOL Bengkulu

RMOL. Sebuah penelitian pelajar yang berbasis di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, menemukan bahwa ekstrak biji mahoni mampu mencegah gigitan nyamuk demam berdarah.

Adalah Arif Hidayat dan Endi Juniardi, pelajar kelas XII asal SMA Negeri 2 Kabupaten Bengkulu Selatan yang menciptakan temuan herbal ramah lingkungan tersebut.

Mereka menjelaskan, gagasan penelitian ini berdasarkan pengalaman mereka melihat cara berpikir masyarakat yang menganggap bahwa pohon mahoni hanya bermanfaat kayunya saja. Setelah dilakukan penelitian, ternyata ekstrak biji mahoni memiliki senyawa saponin yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

"Biji mahoni mengandung senyawa saponin yang mampu melindungi tubuh dari gigitan nyamuk demam berdarah," ujar Endi Juniardi calon peneliti muda ini.

Mahoni merupakan tanaman anggota suku Meliaceae yang memiliki ketinggian pohon berkisar antara 35-40 meter dengan diameter mencapai 125 sentimeter. Buah mahoni mengandung saponin dan flavonoid.

Saponin merupakan senyawa dalam bentuk glikosida yang tersebar di berbagai macam tumbuhan yang berfungsi sebagai antibakteri dan anti serangga. Senyawa ini bercitarasa pahit dan berbuih apabila dikocok dengan air.

"Senyawa saponin inilah yang membuat temuan kami ini ampuh melindungi kulit dari gigitan nyamuk, apalagi sekarang sedang musim penghujan dimana banyak nyamuk berkembang biak," jelasnya.

Penelitian yang dilakukan dua pelajar ini dikemas dalam bentuk botol-botol kecil berukuran 100 milliliter. Setiap satu gram ekstrak mahoni dicampur 100 milliliter air. Mereka membubuhi aroma jeruk untuk menambah kesan ramah bagi produk insektisida herbal tersebut.

Mereka menjual produk ini seharga Rp 12 ribu per botol.

"Produk kami hanya bertahan 3-5 hari, sebab kami tidak menggunakan bahan kimia, namun ampuh mengatasi gigitan nyamuk," tegas Endi.

Dalam Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) yang diselenggarakan di Bandung, 11-16 September 2017 lalu, kedua pelajar ini menyabet medali perunggu, menggeser 75 peserta dari 13 provinsi yang mengikuti acara tersebut.

Wakil Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi mengatakan, pihaknya mengapresiasi kreativitas pelajar dalam menciptakan produk ramah lingkungan yang bersumber dari kearifan lokal masyarakat.

"Kami akan mengupayakan penelitian lanjutan supaya mereka bisa mengembangkan produk ini menjadi lebih baik lagi," ujar Gusnan Mulyadi. [Y21]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00