Imigrasi Kaburkan Informasi, Diduga Deportasi Upaya Penyelamatan

Nusantara  KAMIS, 26 OKTOBER 2017 , 14:36:00 WIB

RMOL.Imigrasi Kelas I Padang dinilai sudah gegabah dan tidak professional dalam menjalankan tugas dan fungsinya (Tupoksi).

Bukan itu saja, Diduga deportasi yang dilakukan Imigrasi Padang sebagai tindak penyelamatan terhadap Peter Herman Van Ryan dari kasus yang tengah menjeratnya. Peter dilaporkan kepada pihak kepolisian terkait kasus pencemaran nama baik.

Deportasi Peter Herman Van Ryan karena penyalahgunaan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dinilai sanggat gegabah dan tidak sesuai dengan semestiny karena tanpa ada koordinasi dengan Disnaker Sumbar.

Kasi Wasdakim Imigrasi Kelas II Padang Indra Sakti saat dikonfirmasi media ini, (23/10) mengatakan, Imigrasi sudah melakukan proses sesuai prosedur yang ada.

Dari hasil gelar perkara yang dilakukan, ternyata tidak ditemukan cukup bukti untuk menahan ataupun mempidanakan Peter Herman Van Ryan. Sehingga Imigrasi melakukan upaya deportasi dan pencekalan selama 6 bulan. Dan deportasi Peter Herman Van Ryan sudah dilakukan beberapa hari lalu oleh pihak imigrasi Padang, , ucap Indra.

Keterangan yang disampaikan Indra Sakti Kasi Wasdakim Imigrasi Kelas I Padang ternyata tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Terindikasi Indra sengaja mengaburkan informasi tersebut karena ada kepentingan lain.

Sebagaimana disampaikan Kasi II Bidang Intelijen Kajati Sumbar, Wenharnol saat dikonfirmasi media ini, Selasa (24/10) di ruang kerjanya.

Dikatakannya, Imigrasi Kelas I Padang tidak pernah melakukan gelar perkara terkait dengan kasus dugaan penyalahgunaan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) atas nama Peter Herman Van Ryan.

Pihak Imigrasi Indra Sakti dating ke Kejati Sumbar hanya sebatas konsultasi bukan gelar perkara, terang Wenharnol.

Lanjutnya lagi, Apabila dilakukannya gelar perkara maka pihak Imigrasi harus mengirimkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) kepada Kejati.

Sementara itu, apabila ada penggunaan IMTA yang tidak sesuai dengan semestinya, seharusnya Imigrasi harusnya melakukan koordinasi dengan Disnaker Sumbar

Kronologi, dugaan penyimpangan yang dilakukan Peter karena penggunaan IMTA tidak sesuai dengan semestinya. IMTA yang seharusnya bekerja pada perusahaan PT. Jaya Tenggiri tapi disalah gunakan, Peter malah bekerja pada perusahaan lain.

Peter tengah dilaporkan Kamis (2/2) oleh Ferry Erawan terkait dengan kasus tindak pidana mendistribusikan dan atau mentransmisikan membuat dapat mengakases elektronik serta dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan pencemaran nama baik melalui media masa elektronik facebook dengan perkataan merendahkan harkat dan martabat seseorang.

Kasus ini masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian. [Y21]

Komentar Pembaca
Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

Heboh Pria Berpistol Di Jakarta Pusat

SABTU, 15 JUNI 2019 , 17:00:00

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

Harta Jokowi Bertambah 13 Miliar Dalam 13 Hari

JUM'AT, 14 JUNI 2019 , 21:00:00

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

Pesan Danyon Brimob H-1 Jaga MK

KAMIS, 13 JUNI 2019 , 21:00:00

Warga Mancing Di Kubangan Jalan

Warga Mancing Di Kubangan Jalan

MINGGU, 23 JUNI 2019 , 20:16:00