SPSI Telusuri 5 WNA Mendarat di Lebong

Daerah  SABTU, 21 OKTOBER 2017 , 15:46:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

SPSI Telusuri 5 WNA Mendarat di Lebong

WNA saat berada di Lebong/Dok

RMOL. Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Lebong bakal menelusuri lima Warga Negara Asing (WNA) yang di kabarkan merupakan karyawan PT Air Drilling yang sedang melakukan kontrak kerja melakukan pengeboran sumur panas bumi di PT PGE Proyek Hulu Lais.
 
Kepada RMOL Bengkulu, Sekretaris SPSI Lebong Hendera mengungkapkan, kedatangan 5 WNA tersebut perlu dipertanyakan keterlibatannya dibeberapa perusahaan yang sedang melakukan pekerjaan di Kabupaten Lebong. Karena wajib lapor ketenagakerjaan harus dilakukan dan bersifat wajin serta penting bagi perusahaan, apabila hal itu tidak dilakukan maka sanksi administratif hingga pidana dapat diberikan kepada perusahaan yang tidak melapor.
 
"Dalam pasal 4 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan ayat 1 sudah di jelaskan, jika pengusaha atau pengurus wajib melaporkan secara tertulis setiap mendirikan, menghentikan, menjalankan kembali, memindahkan atau membubarkan perusahaan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk," jelas Hendera, Sabtu (21/10).

Kewajiban melapor mengenai ketenagakerjaan tidak semata hanya sebatas melengkapi administrasi. Namun, untuk mengetahui apakah karyawan di perusahaan tersebut telah mendapatkan jaminan kesehatan atau justru tidak sama sekali.

"Terdapat sanksi pidana jika tidak dilaksanakan, Salah satunya diatur di dalam Pasal 10 ayat 1 Undang-Undang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan yang berbunyi, jika pengusaha atau pengurus yang tidak memenuhi kewajiban-kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1), Pasal 7 ayat (1), Pasal 8 ayat (1) dan Pasal 13 diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya satu juta rupiah," ucap Hendra.
 
Pada prinsipnya, lanjut Hendera, Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), Rencana Penggunaan Tenaga Asing (RPTA)  ekaligus struktur pada pekerjaan harus juga di "aporkan.

"Yang pastinya akan kita telusuri terlebih dahulu atas informasi tersebut," demikian Hendera.
 
Diketahui Kamis, (20/10) Helikopter jenis Bell 429/PK-WSW secara mendadak mendarat di lapangan GOR Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong. Dengan membawa enam penumpang, yakni Robert Russell, Brent Conway Adrian, Adrian Lachance Tommy Ramsay warga negara Amerika Serikat, Diederik Frank Zwager warga negara Belanda serta didampingi Indra arman warga negara Indonesia, yang sedang meninjau pekerjaan pembangunan di PT PGE Proyek Hulu Lais. [Y21]

 

Komentar Pembaca
Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Salam Dua Jari Prabowo

Salam Dua Jari Prabowo

RABU, 17 APRIL 2019 , 10:27:00