DPRD Bengkulu Selatan Sidak Kolam Limbah PT SBS

Daerah  KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 , 13:17:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

DPRD Bengkulu Selatan Sidak Kolam Limbah PT SBS

M. Jamil-Yevri/RMOL Bengkulu

RMOL. Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Yevri Novianto, melakukan sidak ke kolam limbah milik pabrik pengolahan kelapa sawit PT SBS di Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, Kamis siang (14/9).

Sidak dilakukan Yevri atas laporan masyarakat terkait pencemaran lingkungan yang dilakukan pihak pabrik, diakibatkan oleh limbah pembuangan akhir pabrik.

"Ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya indikasi pencemaran limbah yang dilakukan PT SBS di sungai Desa Selali, Pino Raya," kata Yevri.

Dalam kesempatan itu Yevri, berdiskusi dengan belasan karyawan pabrik guna mendengarkan pendapat mereka terkait apa pentingnnya pabrik tersebut bagi masyarakat sekitar.

"Saya meminta penjelasan dari mereka dan melihat langsung fakta di lapangan mengenai berbagai laporan yang disampaikan beberapa hari belakangan," katanya.

Terkait permintaan penutupan sementara dari beberapa pihak terhadap PT SBS, Yevri menyatakan akan menindaklanjuti permohonan tersebut, serta memanggil sejumlah pihak untuk duduk bersama.

"DPRD akan menindaklanjuti berbagai saran dan kritik tentang pabrik tersebut, agar polemik ini tidak berkepanjangan," ujarnya.

Pabrik pengolahan kepala sawit PT SBS yang telah berdiri sejak 2013 lalu, mendapat rapor merah dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) lantaran terindikasi melakukan penceraman lingkungan. Jumat pekan lalu (8/9), Pemda Bengkulu Selatan telah melakukan pemanggilan terhadap pihak manajemen pabrik untuk membicarakan data yang disampaikan KLH, serta mengancam akan melakukan penutupan sementara PT SBS jika dalam waktu dua bulan tidak melakukan pembenahan sistem pengolahan limbah di pabrik tersebut.

Mill Manajer PT SBS, M. Jamil, mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya melakukan pembenahan sistem pengolahan limbah dan manajemen perusahaan.

"Kami sudah membuat water trap untuk alur kolam limbah pencucian pabrik agar tidak mengalir ke sungai. Kami telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan," katanya. [CW1]

Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00