Jokowi Kritik Pendidikan Tinggi Yang Tidak Berani Berinovasi

Pendidikan  SENIN, 11 SEPTEMBER 2017 , 21:51:00 WIB | OLEH: YETTI RAHMADANI

Jokowi Kritik Pendidikan Tinggi Yang Tidak Berani Berinovasi

Jokowi/Net

RMOL. Presiden Joko Widodo mengkritik sistem penjurusan di universitas yang tidak pernah berubah dari zaman dahulu. Padahal, perguruan tinggi harus menjadi institusi yang mengantisipasi perubahan dunia yang begitu cepat.

Hal itu disampaikan Jokowi saat orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran di Grha Sanusi Hardjadinata, Jalan Dipati Ukur, Bandung, Senin (11/9).

"Fakultas ekonomi ini saya lihat tidak berubah. Manajemen, pembangunan dan akuntansi. Itu-itu saja. Ini berani enggak berubah? Fakultas ekonomi misalnya logistic management, online store, dan retail management, karena ini sudah berubah," kata Jokowi, dikutip RMOL Jabar.

Selain itu, fakultas sosial politik pasti mempunyai jurusan hubungan internasional, sosiologi, dan administrasi negara. Ini berlaku di hampir semua universitas dan tidak ada perubahan sejak dulu.

"Hal-hal yang berkaitan dengan sosiologi kenapa tidak ada fakultasnya? Karena ini ada pengaruhnya bagi dunia, yang berkaitan dengan sosial politik. Interaksi orang dengan orang sekarang semua menggunakan media," jelasnya.

Dia tegaskan, perguruan tinggi Indonesia harus mengantisipasi perubahan dunia yang sangat cepat. Kalau tidak, Indonesia akan kalah dalam persaingan dengan negara lain. Jokowi memprediksi, generasi Y atau generasi milenial 10 tahun ke depan akan menjadi motor perubahan.

"Mereka yang akan mempengaruhi pasar, keputusan politik, dan ekonomi. Semua negara sudah membicarakan, kita juga harus menyiapkan ke arah itu," ucapnya.

Dia memberi satu contoh lagi. Saat ini ada sebuah negara yang hampir semua mal-nya tutup dan tidak berkembang sebab sudah digantikan sistem belanja online.

"Berapa tenaga kerja yang menganggur? Apa antisipasi yang disiapkan? Kita harus berani berubah," ujarnya. [Y21]



Komentar Pembaca
Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

Eks Gubernur Papua: Saya Menyesal Jadi WNI!

KAMIS, 09 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

KPK Memuakkan!

KPK Memuakkan!

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 , 15:00:00

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

Alexis Jadi Al-Ikhlas, Bisakah?

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 , 13:00:00